SUBULUSSALAM – Puluhan masyarakat Kota Subulussalam dari berbagai elemen mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) pengembangan potensi wisata budaya dan religi digelar di Hotel Hermes One, Senin, 1 April 2019.

Bimtek wisata budaya dan religi ini program usulan anggota DPR RI asal Aceh Teuku Riefky Harsya (TRH) berada di bawah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dilaksanakan di sejumlah daerah di Aceh untuk meningkatkan potensi wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata.

Demikian disampaikan Teuku Salsabil Ali tenaga ahli anggota DPR RI asal Aceh Teuku Riefky Harsya saat menjadi narasumber bimtek wisata budaya dan religi di Hotel Hermes One dihadiri puluhan masyarakat terdiri dari tokoh agama, pemuda, tokoh wanita dan dinas terkait.

Teuku Salsabil Ali mengatakan Kota Subulussalam pintu masuk Aceh karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut).

Kota ini, kata Salsabil Ali, sangat strategis tempat persinggahan masyarakat luar menuju wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela). Karena itu, masyarakat harus dibekali untuk mengembangkan sektor wisata yang ada.

“Membekali masyarakat kita untuk mengembangkan potensi wisata. Wisata religi misalnya makam Syekh Hamzah Fansuri di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng,” kata politikus Partai Demokrat yang juga Caleg DPRA ini.

“Pentingnya sektor wisata, untuk memutar ekonomi kita, namun kearifan lokal di Subulussalam harus kita junjung tinggi,” ujarnya.

Bimtek ini juga menghadirkan tiga narasumber lainnya masing-masing M. Husein Hutagalung MSi (Kementrian Pariwisata dan juga Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti), Sekda Subulussalam, H. Damhuri SP MM, dan Siti Rokayah SSos Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan Politeknik Pariwisata Pelembang.[]