Komunikasi di bidang ekonomi atau perbankan tidak jarang menggunakan istilah debet, misalnya pada lajur debet dan lajur kredit. Frekuensi penggunaan istilah lajur debet cukup tinggi, tetapi bentuk istilah yang benar adalah lajur debit, bukan lajur debet. Kata debit diserap secara utuh dari kata Inggris, debit.

Bentuk istilah itu merupakan gabungan dua kata, yaitu lajur dan debit yang membentuk istilah baru, lajur debit. Dari bentuk istilah debit, dapat dibentuk paradigma istilah yang bersistem debitor.

Istilah debit juga digunakan dengan pengertian 'jumlah air yang di pindahkan dalam suatu satuan waktu tertentu pada titik tertentu di sungai terusan, atau saluran air' (seperti dalam debit air).

Kenyataan adanya bentuk polisemi–sebuah bentuk kata yang maknanya lebih dari satu–itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mengganti istilah debit menjadi debet. Dalam bidang ekonomi badan perbankan pun, debit memiliki makna lebih dari satu:
(1) 'uang yang harus ditagih dari orang lain; piutang';
(2) 'catatan pada pos pembukuan yang menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban; jumlah yang mengurangi deposito pemegang rekening pada banknya'.[]

Sumber: Pusat Bahasa