SUBULUSSALAM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam, Dedi Anwar Bancin, menjadi politisi pertama yang mendaftar ke DPC Partai Demokrat Subulussalam untuk mengikuti penjaringan balon wali kota dan wakil wali kota pada pilkada 2018.
Politisi dari PKB ini tiba ke Kantor Partai Demokrat Subulussalam di Jalan Teuku Umar bersama sejumlah pendukungnya, Rabu, 2 Agustus 2017 sekitar pukul 15.30 WIB.
Sebelumnya, Dedi Anwar Bancin dan balon Wali Kota Baginda Nasution juga sama-sama mendaftar ke PNA Subulussalam.
Kedatangan politisi tampan ini mendapat sambutan dari Ketua DPC Demokrat Subulussalam, H. Zainuddin beserta sekretarisnya, Hendra Saputra.
“Saya mendaftar di Partai Demokrat sebagai balon wali kota untuk pilkada tahun depan. Semoga partai ini dapat memberikan dukungan kepada saya,” kata politisi muda ini saat menyerahkan berkas pendaftaran tersebut.
Ia mengatakan, PKB memiliki tiga kursi di parlemen DPRK Subulussalam. Dengan penambahan dua kursi dari Partai Demokrat, diharapkan dapat memuluskan langkahnya menuju pesta demokrasi tahun depan.
Dedi akan mengikuti seluruh rangkaian dan mekanisme yang ada di parpol terkait proses pendaftaran sebagai balon wali kota. Dia mengaku sudah bertekad untuk ikut berkompetisi menuju Subulussalam 1.
Ketua DPC Demokrat Subulussalam, H. Zainuddin, mengatakan, sejauh ini baru satu orang yang mendaftar bakal calon Wali Kota Subulussalam di partainya, yakni Dedi Anwar Bancin. Sementara sejumlah kandidat lainnya yang sudah mengambil formulir belum mengembalikan. Pendaftaran akan ditutup pada Jumat, 4 Agustus 2017 sekitar pukul 17.00 WIB.
Ia mengatakan ada perbedaan proses pendaftaran antara Partai Demokrat dan parpol lainnya. Di sini, kata Zainuddin, para calon yang mendaftar juga harus ikut mengantar berkas ke DPD Demokrat Aceh untuk mengikuti wawancara.
“Setelah ditutup, selanjutnya pada Sabtu, 5 Agustus, para calon yang mendaftar juga harus ikut ke DPD Demokrat Aceh yang berada di Banda Aceh,” ujar anggota DPRK Subulussalam ini.
Dia menyebutkan pihak DPD Demokrat Aceh menginginkan bakal calon yang diusung benar-benar serius untuk maju pada pilkada mendatang. Inilah yang mengharuskan para bakal calon untuk ikut serta ke Kantor DPD Demokrat Aceh di Banda Aceh.
“Bukan (sekadar) ajang mencari sensasi dan popularitas,” ujarnya.[] (*sar)




