BANDA ACEH – Para pekerja alat berat yang menggali kolam limbah sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Gampong Jawa, Banda Aceh, telah menghentikan pekerjaannya untuk sementara waktu karena di tempat yang digali tersebut ada komplek makam pembesar Kesultanan Aceh Darussalam.
Rizal Habsy, penduduk setempat yang juga anggota Mapesa (Masyarakat Peduli sejarah Aceh), bersama pekerja telah memindahkan beberapa nisan yang tidak lagi pada tempatnya karena sebelumnya ditimbun dengan sampah. Dan, setelah itu, Rizal mengelilingi komplek makam itu dengan police line.
Ketua Mapesa, Mizuar Mahdi, mengatakan, kompleks makam itu tidak boleh dipindahkan, karena itulah bukti di sana titik nol Kota Banda Aceh, yang selama ini disebut tidak bertanda.
“Tadi, kami temui kontraktor proyek pembuangan limbah beracun itu. Kami meminta kepada pemegang kuasa proyek, Dinas DKKP Kota Banda Aceh untuk menyelamatkan kompleks makam ini. Ini kejahatan yang serius untuk warisan budaya,” kata Mizuar, kepada portalsatu.com, di Banda Aceh, Sabtu 11 Februari 2017.[]


