SABANG Penggiat Pers Mahasiswa se-Indonesia yang menjadi peserta Pelatihan Jurnalistik tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Jurnalisme Wisata diajak menikmati panorama wisata Sabang, Sabtu, 19 November 2016. Ini merupakan fieldtrip yang difasilitasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) DETaK Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dalam rangka memperkenalkan wisata Aceh kepada delegasi mahasiswa.
Salah satu destinasi wisata yang dikunjungi yaitu Kilometer Nol. Lokasi ini yang menjadi ikon pulau paling barat Indonesia itu.
Selain itu, peserta juga diajak mengunjungi pantai Iboih dan snorkling di pulau Rubiah, melihat pantai Sumur Tiga, dan yang terakhir peserta mengunjungi Benteng Jepang.
Sebelum melakukan fieldtrip, para peserta telah lebih dulu menerima materi mengeni Jurnalisme Wisata. Mereka dibekali materi video wisata yang disampaikan Dandy Dwi Laksono selaku Jurnalis Ekspedisi Indonesia Biru, materi foto yang disampaikan oleh Syahrol Rizal, serta materi pengeditan video wisata yang disampaikan Davy Abdullah, seorang jurnalis TV yang juga merupakan alumni Unsyiah.
Azizul Husni Mubarok, delegasi asal Bandung mengaku banyak ilmu yang didapat dari pelatihan Jurnalisme Wisata ini. Sangat luar biasa sekali, melebihi ekaspektasi awal. Sangat banyak sekali ilmu yang didapat, dimana teori dan prakteknya terjun langsung, katanya.
Hal senada disampaikan Kumairoh, delegasi asal Jogja. Dia mengatakan pelatihan ini merupakan hal yang baru.
Ini hal baru buat saya, belajar media baru semoga bermanfaat, untuk LPM lain semoga bisa berkembang sesuai jaman, ucapnya.
Ada 11 LPM di Indonesia yang ikut serta di PJTLN sejak 14-19 November 2016. Diantaranya LPM Pijar USU, Vonis Padjajaran Bandung, UIN Raden Fatah Palembang, Gagasan UIN Suska Riau, Garda Media, Genta Andalas, Ganto Padang, Lintas Polinel Lhokseumawe, Sumber Post UIN Ar Raniry, serta Balairungpers UGM Yogyakarta.
Pemimpin Umum UKM Pers DETaK Unsyiah, Masridho Rambey mengatakan, pelatihan jurnalistik tingkat lanjut bertujuan untuk merangkul pegiat pers mahasiswa seluruh Indonesia.
“Ini juga upaya kita dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan pegiat pers mahasiswa,” katanya. []

