LHOKSEUMAWE – Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, mengatakan TNI bersama Polri akan memburu pemilik senjata api ilegal di Aceh. Itu menjadi prioritas utama TNI bersama pihak kepolisian.
Saya bersama Kapolda Aceh sudah koordinasikan hal itu. Saat ini pihak Kepolisian terus melakukan pengawasan dan memperketat razia agar peredaran senjata api illegal tidak bisa serta merta ada di Aceh, kata Mayjend Tatang, menjawab para wartawan atas kasus yang terjadi di Pidie dan Bener Meriah beberapa waktu lalu di Aula Makodim Aceh Utara, Sabtu, 19 November 2016.
Dia mengatakan TNI siap membantu kepolisian untuk mengamankan daerah yang dianggap rawan kesenjangan jelang Pilkada 2017. Mayjend Tatang juga mengaku telah mengajak seluruh pasangan calon agar berkampanye secara bermartabat.
“Jangan menghasut, jangan membuat orang takut, dan jangan sampai bertindak kriminal. Apalagi harus memakai senjata api atau peledak lainnya, kata Tatang.
Menurutnya TNI telah lama mempersiapkan pasukan untuk mengamankan Pilkada di Aceh. Namun hal itu hanya bentuk antisipasi saja, sebab sejauh ini Aceh masih aman dan kondusif.
Danrem dan Dandim juga sudah saling berkoordinasi dan menyiapkan pasukan cadangan yang diperlukan, apabila pasukan yang disiapkan kurang. Selaku Pangdam, saya juga berkoordinasi dengan Kapolda. Intinya, di 20 kabupaten/kota siap lakukan pengamanan untuk membantu Polri, kata Mayjen Tatang.[]


