ACEH BARAT – Unjuk rasa sejumlah warga Aceh Barat dijaga ketat aparat kepolisian setempat, Kamis, 12 Maret 2020. Massa tidak dibenarkan mendekat ke pintu pagar gedung dewan, seingga mereka menumpuk di sekitar Bundaran Simpang Pelor, Meulaboh, yang berada di depan gedung DPRA Aceh Barat.
Tidak diizinkannya massa mendekati gedung dewan tersebut, menuai perotes dari peserta aksi dan sempat membuat suasana antara massa dan polisi sedikit memanas. Setiap pergerakan massa ke arah gedung, langsung dihadang aparat kepolisian yang berperalatan lengkap.
“Rakyat Aceh Barat ingin mendekati gedung dewan, sudah ratusan kali kita berdemonstrasi baru kali ini kita ditahan dan dihadang,” teriak Deni Setiawan, koordinator lapangan aksi itu sembari meminta massa agar mendekat ke depan pagar gedung dewan.

Unjuk rasa ini dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, jumlah massa yang hadir tampak hanya berkisar puluhan orang, tidak seperti disampaikan sebelumnya, ribuan orang.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga mengatasnakan diri Gerakan Rakyat Menggugat (GeRam) berunjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, Kamis, 12 Maret 2020. Tujuan mereka untuk menyuarakan sejumlah persoalan di Aceh Barat.
Amatan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, massa belum terlihat ramai di lokasi aksi, sementara puluhan petugas kepolisian dengan perlengkapan lengkap sudah siap berjaga di pintu pagar dan pintu masuk gedung dewan Meulaboh ini. Bahkan, satu unit mobil watercanon turut disiapkan di lokasi.
Informasi dihimpun, massa aksi tersebut berasal dari tiga kecamatan di Aceh Barat yakni Kecamatan Woyla, Kaway XVI dan Meureubo. Massa aksi diperkirakan akan mencapai seribuan orang.
Adapun persoalan yang akan disampaikan massa aksi ini kepada wakil rakyat tersebut antara lain, terkait gugatan perdata sejumlah keuchik gampong di Aceh Barat yang sebelumnya dipecat sepihak oleh bupati setempat. Gugatan ini kemudian dimenangkan oleh para keuchik tersebut.
Kemudian persolan Rumah Sakit Cut Nyak Dhien yang dinilai selama ini banyak menuai masalah dalam menangani pasien atau masyarakat ketika berobat, serta persoalan kegaduhan di Pendopo Bupati Aceh Barat yang viral di media sosial beberapa bulan lalu. [] (Kontri MBO/red)




