Sabtu, Juli 13, 2024

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...

Atlet Popda Gayo Lues...

BLANGKEJEREN - Pertandingan POPDA ACEH ke-XVII yang sedang berlangsung saat ini menjadi perhatian...
BerandaDemo di Kantor...

Demo di Kantor Bupati Ricuh, Belasan Mahasiswa Dibawa ke Polres

LHOKSEUMAWE – Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di halaman kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Rabu, 24 Mei 2017, sekitar pukul 11.30 WIB. Aksi memperingati Hari Kebangkitan Nasional tersebut berujung ricuh lantaran mahasiswa memaksa masuk untuk menemui bupati.

Informasi dihimpun portalsatu.com, mahasiswa yang tergabung dalam Forum Bersama Mahasiswa (Forbesma), awalnya melakukan orasi di halaman depan kantor Bupati Aceh Utara. Salah satu tuntutan mereka, mendesak Pemkab  Aceh Utara segera mempertegas perannya terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Mereka kemudian ditemui Asisten III Setda Aceh Utara Iskandar Nasri yang menjelaskan bahwa Bupati Muhammad Thaib tidak masuk kantor. Iskandar menyatakan, ia akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada bupati. Mendengar pernyataan tersebut mahasiswa kembali mendesak agar dipertemukan dengan orang nomor satu di Pemkab Aceh Utara itu.

Pengunjuk rasa lantas berlari ke arah sisi kiri kantor bupati agar bisa masuk melalui pintu alternatif. Namun, saat mereka hendak masuk, kaca pintu pecah. Akibatnya, terjadi aksi tolak menolak dengan personel kepolisian. Bahkan, mahasiswa dan sejumlah petugas terlibat baku hantam.

“Awalnya tertib, tidak ada aksi anarkis. Namun, kawan-kawan tetap ingin menemui bupati, tapi dihalangi. Niat kami baik, hanya ingin menyampaikan tuntutan kepada bupati secara langsung,” jelas seorang mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namannya kepada portalsatu.com.

Tak lama kemudian sejumlah petugas berpakaian preman dibantu anggota Brimob menangkap sekitar 14 mahasiswa yang diduga sebagai provokator. Mereka langsung diangkut ke Mapolres Lhokseumawe.

Sampai berita ini dikirim ke redaksi, ke 14 mahasiswa tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polres Lhokseumawe. Sebagian mahasiswa lainnya masih berada di depan Mapolres menunggu rekannya dilepaskan.

Sementara itu Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman saat ditemui para wartawan di lokasi kejadian menjelaskan, petugas akan menindak aksi unjuk rasa yang anarkis. “Mereka yang dibawa ke Polres akan diperiksa sesuai prosedur. Mereka memaksa masuk dari pintu samping (kantor bupati) dan merusak kaca pintu,” ujarnya.[]

Baca juga: