SIGLI – Untuk memaksimalkan penanganan pascagempa Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi rencana aksi penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi bangunan yang rusak.
Rapat tersebut dipimpin Deputi BNPB Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Harmensyah, dan digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pidie, Senin, 19 Desember 2016.
Harmensyah mengatakan, rapat koordinasi rencana aksi penanganan masa darurat gempa dan rehabilitasi rekonstruksi sebagai tanda keseriusan pemerintah pusat untuk segera memulihkan kembali kondisi daerah pascagempa yang terjadi 7 Desember lalu.
Kita berkumpul di sini dari tiga kabupaten terkena gempa, Pidie Jaya, Bireuen, dan Pidie, termasuk provinsi untuk menajamkan dan menyepakati dalam menyusun rencana aksi sesuai dengan kewenangan masing masing, terang Harmensyah saat jeda rapat.
Dalam rapat tersebut selain membahas masalah penanganan darurat, menurut Deputi, juga melakukan penilaian kerusakan dan kerugian berbagai sektor di tiga kabupaten yang terimbas gempa.
Untuk memulihkan kembali kondisi daerah pascagempa, Harmensyah memperkirakan butuh waktu maksimal 3 tahun dengan identifikasi dana bersumber APBK, APBA dan APBN.
Rapat koordinasi rencana aksi tersebut dihadiri Kapolres Pidie, Dandim Pidie, Plt Bupati Pidie Munawar A. Djalil, Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi dan perwakilan Kabupaten Birueuen.[] (*sar)

