SUBULUSSALAM – Kepala Desa Dah Kota Subulussalam, Malim Sabar Pardosi, meminta agar desanya dijadikan sebagai ibu kota kecamatan Tualang yang saat ini dalam tahap persiapan untuk dimekarkan. Menurutnya Desa Dah lebih strategis menjadi sebagai ibu kota kecamatan.

Hal itu disampaikan Malim Sabar kepada anggota DPRK Subulussalam dari dapil IV yang melakukan reses ke Kecamatan Rundeng, pekan lalu.

“Permintaan ibu kota kecamatan Tualang ini merupakan aspirasi masyarakat Desa Dah, dan telah disetujui beberapa kepala desa yang tergabung dalam pemekaran Kecamatan Tualang secara lisan,” kata Malim Sabar, Minggu, 21 Februari 2016.

Desa Dah yang strategis menurutnya mudah dijangkau sehingga memudahkan pelayanan pada masyarakat di kecamatan itu nantinya. 

“Para kades dan masyarakat menginginkan ibu kota berada di Desa Dah karena letaknya strategis berada di tengah-tengah,” kata Malim Sabar.

Beberapa fasilitas perkantoran menurutnya juga telah disiapkan untuk kantor kecamatan Tualang. Salah satunya kantor Desa Dah, juga area untuk membangun kantor camat, polsek dan koramil.

Ketua DPRK Subulussalam, Hariansyah, membenarkan jika masyarakat setempat menginginkan Desa Dah sebagai ibu kota Kecamatan Tualang. Permintaan itu katanya telah disampaikan langsung oleh Malim Sabar Pardosi, bersama beberapa anggota DPRK Subulussalam yang reses beberapa hari lalu.

“Kami menilai Desa Dah layak dan strategis dijadikan ibu kota kecamatan Tualang,” katanya.

Rencana tersebut kata politisi Partai Aceh itu akan didukung dan disampaikan dalam sidang paripurna DPRK Subulussalam ke depan untuk dibahas secepatnya. Ia juga meminta Pemko Subulussalam memberikan bimbingan bagi tim pembentukan Kecamatan Tualang untuk memenuhi persyaratannya.[](ihn)

Laporan Wahda di Subulussalam