LHOKSEUMAWE Anggota DPRK Aceh Utara Zulfadhli A. Taleb mengecam managemen Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Lhokseumawe. Dia menilai kinerja managemen rumah sakit milik Pemerintah Aceh Utara itu tidak becus, sehingga pelayanan terhadap pasien sangat buruk.
Saya mengecam direktur rumah sakit ini terkait buruknya pelayanan medis seperti kasus yang dialami Nurjannah. Inikan persoalan nyawa orang, kenapa bisa seperti itu pelayanannya (sempat dilaporkan tidak tersedia oksigen dan alat tensi rusak, red), ujar Zulfadhli kepada portalsatu.com lewat telpon seluler, Minggu, 17 Juli 2016, sore. (Baca: Tak Ada Oksigen, Keluarga Pasien Mengamuk)
Zulfadhli menyebut RSUCM sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU), sehingga mestinya pelayanan kepada pasien juga lebih baik. Kasus dialami Nurjannah harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kejadian yang sama kepada pasien-pasien lainnya, katanya.
Direktur rumah sakit harus sering turun ke ruangan-ruangan rawat inap untuk mengecek kebutuhan pasien, termasuk peralatan medis. Direktur jangan duduk manis saja di ruangan kerjanya, karena kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pasien seperti dialami Nurjannah, direktur yang harus bertanggung jawab, jangan disalahkan perawat kalau tidak tersedia oksigen dan alat tensi rusak, ujar Zulfadhli.
Zulfadhli berulang kali mengulangi pernyataan bahwa direktur RSUCM harus segera membenahi pelayanan medis agar ke depan menjadi lebih baik. Jika merasa tidak mampu, direkturnya mundur saja, kata anggota dewan ini.
Dihubungi terpisah, Direktur RSUCM Lhokseumawe, drg. Nurhaida, MPH., menolak tudingan pelayanan di rumah sakit pelat merah ini buruk. Saya tiap hari turun ke ruangan-ruangan, lho, untuk mengecek, ujarnya.[] (idg)


