SUBULUSSALAM – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, Koperasi dan UKM mempercepat pembangunan Pasar Tradisional Terminal Terpadu.
“Kita berharap dinas terkait bisa mengejar waktu yang tersisa empat bulan lagi,” kata Wakil Ketua DPRK Subulussalam Fajri Munthe kepada portalsatu.com, Rabu, 13 Juli 2016, saat ditemui di ruangan kerjanya.
Fajri mengatakan, bangunan pasar tersebut harus selesai pada November 2016 sesuai kontrak. Sehingga para pedagang yang selama ini dipindahkan ke pasar baru bisa segera kembali ke pasar permanen.
“Karena legislatif dan eksekutif sudah berjanji dengan para pedagang, pasar terminal selesai 2016, dan mereka bisa segera kembali untuk berjualan di sana,” kata Fajri Munthe didampingi anggota dewan lainnya Dedi Bancin, Heppy Sinaga dan Nasir.
Karena itu politisi Partai Golkar ini berharap Disperindagtambkop dan UKM menginstruksikan rekanan segera menyelesaikan bangunan yang bernilai sekitar Rp30 miliar bersumber dari APBN tersebut.
“Jika tidak selesai tepat waktu dikhawatirkan pedagang bisa marah, kita tidak inginkan lagi ada aksi protes dari pedagang. Kita sudah janjikan selesai tahun ini. Kasihan pedagang yang berjualan di tempat penampungan sementara, jika hujan kondisi di sana becek, ” katanya.[]
Laporan Dirman Bakongan



