BANDA ACEH – Dewan Pers hanya mencatat 0,05 persen dari total 40 ribu lebih media di Indonesia yang terverifikasi saat ini. Sayangnya, banyak warga malah lebih mempercayakan media tidak terverifikasi tersebut sebagai rujukan informasi.
Hal ini disampaikan Imam Wahyudi dari Komisi Pengaduan Dewan Pers usai wawancara dengan salah satu stasiun TV lokal di Aceh, di kawasan Ajun, Aceh Besar, Rabu, 7 September 2016.
“Padahal media adalah tolok ukur keberhasilan bagi pelaku radikalisme dan teroris,” kata Imam.
Dia mengatakan kelompok radikal cenderung memanfaatkan media abal-abal untuk memuluskan aksi dan propaganda mereka.
“(Anehnya) yang bukan wartawan profesional tanpa sadar kerap membantu gerakan radikal ini,” kata Imam Wahyudi.[](bna)


