LHOKSUKON – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara disertai jatuhnya butiran es sebesar biji jagung, Rabu, 25 Mei 2016, sekitar pukul 15.15 WIB. Beberapa warga sempat mencoba mengambil es tersebut, namun dalam hitungan detik langsung mencair.

Karel Suranta Sitepu, 26 tahun, petugas medis asal Kampung Baru, Lhoksukon kepada portalsatu.com menyebutkan, saat hujan deras turun disertai petir, ia dan beberapa anggota keluarga lainnya berada di dalam rumah. Tiba-tiba ibunya, Rohani Tarigan, 54 tahun, yang sedang memasak di dapur mendengar seperti suara lemparan kerikil di atas seng.

“Saat adik saya, Bintang, 21 tahun memastikan suara apa di atas seng, ia melihat butiran es berjatuhan bersamaan dengan hujan. Tapi saat diambil es itu langsung mencair karena ukurannya kecil,” ujar Karel.

Hal senada dikatakan Mustafa, 32 tahun, pemilik Optik Asia di Lhoksukon. Ia mengaku sempat melihat butiran es jatuh bersama hujan. Namun ia tidak berani mengambil karena saat itu petir pun menggelegar.

“Sejumlah warga dan petugas Indomaret juga ada yang mencoba mengambilnya, tapi butiran es itu cepat sekali mencair. Butiran es itu pun hanya turun beberapa menit. Setelah itu hanya guyuran hujan biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Jefri, 29 tahun, salah satu pemilik kedai kelontong di lokasi yang sama menambahkan, ia sempat hendak mengabadikan fenomena langka tersebut. Tapi telepon genggamnya dimatikan karena petir dan kilat terjadi bersamaan dengan hujan.

“Saya sempat pegang es itu. Mau saya foto, tapi handphone saya matikan karena takut petir,” ujar Jefri.[]