Dirlis dari laman Youtube Daily Ulama Life, Ust Abd.Somad mengisi kajian setelah subuh di majelis zikir Al Zikra, Jakarta, 26 Agustus 2020. Majelis ini diidentikkan dengan dakwah khas Alm.Ust Arifin Ilham, ghafarahullah.

Sebelum mengawali kajian, UAS terlebih dahulu menyampaikan hikmah dari shalat subuh berjamaah. Yaitu mendapatkan zimmatillah, atau jaminan Allah, dan duduk berzikir hingga terbit matahari/syuruq, lalu shalat dua rakaat akan  beroleh pahala haji dan umrah secara sempurna.

Mengawali kajiannya, UAS mengatakan bahwa materi yang diamanahkan padanya beda dari biasanya, yaitu “Jangan seperti Ayam Mati di Lumbung Padi”. Menurutnya, pepatah khas Indonesia ini sejalan dengan firman Allah tentang beberapa perumpaan lainnya yang sejenis, yang bertujuan agar dipahami oleh manusia.

Namun diantara ayat yang paling cocok dan sering digunakan di Arab adalah, “Bagai keledai membawa buku buku”, yang artinya buku buku itu sedikitpun memberi manfaat bagi si keledai.

Inilah yang dimaksud dengan ayam yang mati di lumbung padi, yaitu manusia yang tidak mau mengambil manfaat dari setiap kebaikan dan kebenaran yang ada di dekatnya.

Dalam uraiannya, UAS menguatkan betapa zikir sebagai makanan utama hati dan jiwa. Bila padi adalah makanan materil, maka zikir untuk ruh dan spiritualitas. Zikir itulah yang berfungsi menjaga gangguan dari “waswasah dan khannas,pengintai buruk di jiwa”, bila putus zikir, terganggulah sistem tubuh dan fikir kita, karena dari gerak hati lalu terbit di otak/akal kita.

UAS menambahkan, puncak zikir adalah takut akan Allah (yakhsya), ketaatan, takwa dan akhlak. Walaupun demikian, jelasnya lagi, kita adalah umatan wasatan, yang berarti juga memerhatikan kondisi lahir, seperti pakaian dan tempat tinggal, bukan hanya sibuk di batin tapi mengabaikan lingkungan dan kewajiban lain.

Untuk itu, bagi mereka yang berada di dekat majelis zikir ini, Jabodetabek, namun ia tidak mengambil manfaat dan menghadiri majelisnya, niscaya ia akan merugi, dan akan ditanya, “tsumma latusalunna yauma izin aninnaim”, kenapa menyiakan majelis ini, tambah UAS.

Setelah menyampaikan materi itu, kegiatan diisi dengan tanya jawab. Saat laman Youtube ini diakses, jumlah viewernya sudah mencapai ribuan pemirsa.[]

Kiriman Taufik Sentana
Pegiat Literasi Dakwah.
Ikatan Dai Indonesia.Kab.Aceh Barat