LHOKSUKON – Seribuan warga Aceh Utara dan Lhokseumawe memperingati 11 tahun perdamaian Aceh di Kompleks Makam Sultan Malikussaleh, Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Senin, 15 Agustus 2016.
Pantauan portalsatu.com, acara itu dihadiri Bupati Aceh Utara, Wali Kota Lhokseumawe, ketua dan anggota DPRK Aceh Utara, ketua dan anggota DPRK Lhokseumawe, Kapolres Aceh Utara, Kapolres Lhokseumawe, Dandim Aceh Utara, perwakilan Lanal, Sat-Radar, Ketua KPA Pase, para Panglima Muda KPA di wilayah Pase, mantan kombatan dan masyarakat.
Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dalam sambutannya mengatakan, selama 11 tahun usia perdamaian Aceh pastinya tidak terlepas dari berbagai tantangan. Namun, kata dia, hal itu harus disikapi dengan penuh bijaksana agar gesekan-gesekan tidak akan terjadi lagi di masa mendatang.
Perdamaian yang kita lalui semuanya penuh tantangan. Untuk itu kita sikapi dengan arif dan bijaksana, kata Suaidi Yahya.
Suaidi menyebutkan, agar perdamaian Aceh abadi tentunya perlu keseriusan pemerintah untuk mengimplementasikan butir-butir MoU Helsinki secara menyeluruh. Marilah kita duduk bersama untuk mencari solusi tepat agar implementasi MoU Helsinki harus selesai, ujarnya.
Duduk bersama dimaksudkan Suaidi tidak hanya pihak KPA/PA melainkan segala unsur terkait, seperti pemerintah daerah termasuk DPR, TNI, Polri maupun elemen masyarakat.
Butir-butir MoU Helsinki belum terlambat untuk diimplementasikan. Di sinilah kita perlu duduk bersama untuk mencari solusi tepat demi kebaikan Aceh masa depan, kata Suaidi.[] (idg)


