SIGLI – Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sebagai pengganti program Beras Keluarga Sejahtera (Rastra) mulai dilaksanakan di Kabupaten Pidie. Enam kilogram beras dan satu papan telur jatah September disalurkan sejak 23 Oktober 2019 

Pengambilan bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di e-warung yang telah ditunjuk Dinas Sosial (Dinsos) Pidie. Para penerima dilengkapi kartu combo untuk menebus beras dan telur dengan proses transaksi digital.

Rohani, salah seorang penerima manfaat dari Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, kepada portalsatu.com/, Kamis, 24 Oktober 2019, mengatakan, ia menerima satu sak beras seberat 6 kilogram dan satu papan telur ayam. Barang itu didapatkan setelah ditukar dengan slip pembayaran Rp110.000 hasil gesekan kartu combo. 

“Slip yang bertuliskan Rp110.000 itu kami tukar dengan 6 kilogram beras dan 1 lemping (papan) telur,” ujar Rohani yang mengaku menukar di salah satu e-warung di Kemukiman Paloh. 

Begitu juga pengakuan Anidar, warga Pidie lainnya. Meski pihaknya tidak memprotes, tapi ia menduga lebih mahal di e-warung barangnya jika dibandingkan harga di pasar. 

“Kalau di pasar dua mata barang ini harganya sekitar Rp80.000 hingga Rp90.000. Ada sisa uang Rp30.000 atau Rp20.000 dari uang Rp110.000,” kata Anidar yang mengaku berasnya bagus. 

Dari keterangan warga penerima manfaat itu, patut diduga harga barang tidak sesuai atau adanya permainan harga oleh oknum tertentu. 

Sementara itu, seorang pemilik e-warung di Gampong Pulo Pisang, Kecamatan Pidie, Ismail Adam, mengatakan, warungnya sudah ditetapkan untuk melayani BPNT bagi 205 penerima dari Gampong Barat, Gampong Pukat, Gampong Paloh dan Gampong Pulo Pisang. 

Dia mengaku menyalurkan beras satu sak kecil dan satu papan telur setelah proses transaksi berhasil dengan bukti struk Rp110.000. Soal harga beras satu sak dan harga telur, dia mengaku belum tahu karena belum dibayar ke distributor.

“Beras dipasok Bulog dan telur dipasok oleh distributor ke tempat. Harga pasti belum saya tahu karena bayarannya baru diselesaikan setelah penyaluran selesai,” ujarnya.  

Kepala Sub-Divre Bulog Sigli, Mufti Yanuar, Kamis, 24 Oktober 2019, mengatakan, pihaknya ditunjuk sebagai pemasok beras ke seluruh e-warung di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya sesuai edaran menteri.

Adapun beras didistribusikan merupakan beras premium dengan harga per kilogram Rp10.600. Sesuai jatah, satu KPM sak seberat 6 kilogram

“Harga beras premium dari kita Rp10.600 per kilogram. Harga itu sudah terima di e-warung,” jelas Mufti sembari mengaku pembayaran diberi limit waktu kepada pemilik e-warung 7 hari sejak proses distribusi. 

Sementara untuk harga telur, Faisal selaku pemasok telur untuk e-warung, dijumpai portalsatu.com/, Kamis, 24 Oktober 2019 di tempat usahanya mengatakan, harga telur ke e-warung Rp35.000 per papan. Harga itu sudah terima di tempat. 

“Harga telur berubah- rubah, saat ini harganya Rp35.000 per lemping. Namun bulan depan harganya berubah, kemungkinan mengalami kenaikan,” jelas pemilik toko Telur Emas ini.

Mengacu harga beras dan harga telur dari keterangan pemasok, yakni 6 kilogram beras Rp63.600 tambah 1 papan telur Rp35.000 totalnya Rp98.600. Jika dibandingkan dengan nilai transaksi Rp110.000, seharusnya ada sisa uang Rp11.400 per KPM. 

Berdasar data dari Dinsos, kuota KPM BPNT Kabupaten Pidie tahun 2019 berjumlah 41.142 KPM.[]

Penulis: Zamah Sari