SABANG – Pelajar dan mahasiswa di kota Sabang diingatkan untuk berhati-hati terhadap tantangan-tantangan bangsa Indonesia yang muncul akhir-akhir ini. Salah satunya adalah paham komunis atau lebih popular dengan sebutan PKI.

“Pasalnya paham komunis dan paham-paham antituhan lainnya mulai terang-terangan menunjukkan eksistensinya di Indonesia, seperti adanya penggunaan simbol-simbol pada pakaian,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Nasir Djamil, saat mengisi kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI di hadapan ratusan pelajar dan mahasiswa di kota Sabang, Sabtu, 15 April 2017.

Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum dan HAM itu mengatakan, sebagai negara yang berketuhanan dan mengakui keberadaan agama, bangsa Indonesia menolak paham-paham yang antituhan. Paham seperti ini menurutnya terus berupaya masuk ke berbagai lini kehidupan masyarakat Indonesia.

“Sekarang mereka berupaya untuk masuk ke berbagai lini untuk memasukkan pemahaman mereka, oleh karena itu kita harus berhati-hati,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Pada kesempatan itu Nasir juga menyebutkan, sebagai generasi penerus bangsa Indonesia dan calon-calon pemimpin masa depan bangsa, pelajar di kota Sabang diajak untuk memahami dan mengaplikasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelajar hari ini, mahasiswa hari ini, pemuda hari ini adalah calon-calon pemimpin Sabang di masa yang akan datang, bahkan calon pemimpin Aceh dan Indonesia, baik itu pada level walikota, gubernur, DPR dan sebagainya. Apa jadinya kalau pemimpin ke depan tidak paham dengan dasar-dasar negara ini,” kata Nasir.[]