Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsDi Sepoi-Sepoi Taman,...

Di Sepoi-Sepoi Taman, Kelas Pidato SHF Belajar

BANDA ACEH – Angin sepoi-sepoi yang behembus dari arah utara membelai indah rambut para peserta pelajar kelas Kelas Bicara di Depan Umum (pidato) atau Public Speaking di bawah naungan Sekolah Hamzah Fansuri (SHF).

Bukan tanpa alasan mereka  memilih lokasi belajar berpidato di Taman Hutan Kota BNI, selain menyajikan pemandangan yang exotis, taman yang banyak dikunjungi oleh muda-mudi tersebut juga begitu mendukung proses belajar mengajar. Suasana sendu, dingin, dan syahdu membuat pikiran setiap anggota menjadi rileks dan tidak mengembara bebas ke mana-mana.

“Setelah sukses latihan pada pertemuan pertama yang kita laksanakan di pantai Gampong Jawa beberapa hari lalu, kali ini kita memilih tempat yang berbeda. Saya kira Taman Hutan Kota BNI tepat untuk digunakan, selain strategis, letaknya agak dekat dengan tempat tinggal para peserta, sehingga mudah diakses dan bisa menghemat energi,” kata Muhajir Ibnu Marzuki, salah satu peserta kelas public speaking, Jumat sore, 8 Januari 2016.

Muhajir mengatakan, idenya untuk memilih lokasi itu muncul saat berbincang-bincang dengan salah satu koleganya yang juga sama-sama ikut kelas tersebut, yaitu Tgk. T. Setelah sempat  berbicara lewat telpon seluler selama kurang lebih 15 menit, akhirnya ia menyampaikan pendapatnya kepada kepala sekolah Thayeb Loh Angen atau yang akrap disapa bang Thayeb, untuk ikut belajar di taman yang terkenal dengan pesona alam yang indah itu.

“Dalam acara lanjutan belajar, keempat peserta dari lima belas anggota terlihat begitu lancar dalam menyampaikan orasinya. Hampir menguasai semua teknik berbicara di depan publik, mulai dari gerak tangan sampai gaya penyampaian, nyaris sempurna,” ujar Adi Saputra, ketua Kelas Public Speaking.

Menurut Adi, seluruh anggota menyerap dengan cepat materi yang diberikan oleh Thayeb Loh Angen (guru kelas Publik Speaking). Dia mengatakan, dari empat peserta itu masing-masing memiliki ciri khas dan tekniknya yang berbeda dalam meyakinkan para pendengar (audience).

“Contohnya Muhajir, ia berpidato dengan nada yang sediktit lambat, tapi isi yang disampaikannya sangat berbobot dan bisa membuat audience larut dalam isi pidatonya,” kata Adi.

Udara segar dan suara kicauan burung-burung yang suci di atas pohon janda merana semakin membuat suasana belajar kian berjalan lancar, tiupan pohon oleh angin sesekali membuat para peserta disinari cahaya matahari. Namun mereka tidak pernah peduli, demi menguasai ilmu yang diberikan secara cuma-cuma oleh Thayeb Loh Angen.

 “Kelas ini sengaja di buat di tempat keramaian, bang Thayeb punya sejuta harapan yang dititikberatkan bagi siswa yang ikut belajar bersamanya. Dia berharap, apa yang diajarkan olehnya bisa bermanfaat kelak bagi diri sendiri dan juga untuk bangsa,” kata Tgk.T, seorang peserta di tempat belajar.

Sesekali suara orang tertawa yang berlalu-lalang melewati jalan setapak memecah konsentrasi para pelajar.

“Namun kehadiran pengunjung itu menjadi angin surga dan hal yang baik, mengingat kelas ini memang berkaitan dengan tempat yang dihadiri banyak orang,” tambahnya lagi seraya minum air mineral dalam gelas.[]

Laporan Teuku Mukhlis, peserta Sekolah Hamzah Fansuri.

Baca juga: