Di Sini Kami Berperang

 

Di sini, dulu kami berperang, mencincang pendurhaka.

Selagi matamu terpejam, kami tancapkan bendera, sehingga Siak sampai Selatan Sumatra.

Di sini, di Medan Area, kami menghadang perampas minyak dari tanahmu, ikan dari lautmu, padi dari sawahmu.

Di sini, Sisingamangaraja Daulat Diraja Darussalam.

Di sini, dulu, tidak ada lampion dan hio. 

Ini kotamu, kota kita, tergadai 'revolusi sosial', perenggut Amir Hamzah, penculik Chairil Anwar.

Dan, ke sini kita kembali, sebagai pelindung, amanat Sultan Mansur Syah, bendera kita kibarkan di Jayakarta.

Kaudengarkah lidah zaman, yang pulang padamu kala terlelap, pulang padaku kala  mengimpikan.

Kita anak haram zaman, terbaik dari yang terburuk.

Di sini, di Medan Area, menghilang suara senjata, dan Maimun tidak ada di istananya.

Medan, 5 September 2016.

 

Thayeb Loh Angen, Penulis novel Aceh 2025.