Karya: Taufik Sentana
Banyak menulis puisi dan esai.

diam sekejap
di ufuk jiwa
membayar dahaga
dengan doa doa
sampai tiba
di jeda malam,
yang jauh
dan dalam.
tiada pengharapan
selain dengan pertimbangan
untuk mencapai
ke ujung jalan,
lalu senja
terlewatkan.[]