BIREUEN – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Simpang Mamplam, Bireuen, dilaporkan merawat puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MGB), pada Kamis, 26 Februari 2026, malam.

Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, kepada wartawan mengatakan Puskesmas Simpang Mamplam telah merawat 13 orang siswa.

“Korban terus bertambah, sebagian korban juga dirawat di sejumlah Polindes dalam Kecamatan Simpang Mamplam,” kata Suryani.

Suryani mengaku karena keterbatasan kapasitas, sejumlah pasien terpaksa dirujuk ke puskesmas lain, baik Puskesmas Pandrah maupun Samalanga.

“Para siswa mulai berdatangan ke puskesmas setelah berbuka puasa. Mereka diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG yang dibagikan pada sore hari,” tutur Suryani.

Informasi diperoleh wartawan, MBG tersebut disalurkan oleh Yayasan Bumi Produksi Gizi.

Perwakilan Yayasan Bumi Produksi Gizi, Zamzami, kepada wartawan mengatakan, pihaknya masih menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut.

“Kita sedang mengecek dari pemasok, di mana permasalahannya. Karena kami mengambil bahan dari supplier UMKM lokal. Informasi sementara mungkin di menu bakso,” ujar Zamzami.

Zamzami menambahkan, pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh rangkaian proses, mulai dari bahan baku hingga penyajian.

“Apakah dari menu atau proses lainnya, semua harus dicek,” kata Zamzami.

Menurut dia, selama bulan suci Ramadan, yayasan juga menyediakan menu kering sebagai alternatif. Seluruh menu, kata Zamzami, telah melalui pengawasan ahli gizi.

“Kami berharap tidak ada korban lanjutan. Soal pertanggungjawaban, tentu kami bertanggung jawab dan akan mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ucap Zamzami.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah siswa yang diduga terdampak terus bertambah dan sebagian masih dalam penanganan tenaga medis.[]