Menara Eiffel, Patung Liberty, Arch de Triomphe, hingga Sphinx Piramida Giza, ada di Tiongkok. Tapi semua tiruan. Palsu. Negeri Tirai Bambu ini memang membangun replika arsitektur bersejarah dari berbagai negara.
Tapi, bukan berarti tanpa risiko. Baru-baru ini, Tiongkok harus menghancurkan replika Sphinx yang mereka bangun di luar Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei. Patung itu merupakan tiruan dari Sphinx di Piramida Giza, Mesir.
Penghancuran dilakukan karena Mesir mengajukan protes ke Unesco, lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menaungi masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Kementerian Kepurbakalaan Mesir menyebut, Sphinx palsu itu tidak akurat dan berbahaya bagi industri pariwisata negaranya.
Sphinx palsu di Tiongkok dibangun dari batang baja dan semen. Tingginya 30 meter, sementara panjangnya 60 meter. Patung itu dibangun sebagai bagian dari latar film yang dibuat oleh rumah produksi lokal China.
Sedangkan, Sphinx asli terbuat dari batu kapur, diyakini mewakili wajah Firaun Khafre, raja Mesir yang berkuasa dari tahun 2650 SM sampai 2480 SM. Untuk saat ini, sphinx merupakan patung monumental tertua dan patung monolit terbesar di dunia, yang memiliki tinggi 73,5 meter dan lebar 19,3 meter.
Dan keberatan Mesir atas Sphinx palsu Tiongkok itu diajukan pada 2014. Sementara, penghancuran Sphinx palsu itu dimulai pada 2 Apil yang lalu. Selain di Shijiazhuang, China juga membangun Sphinx palsu di Provinsi Anhui. | sumber : dream


