ACEH UTARA- Sejumlah warga melakukan perbaikan jembatan secara swadaya setelah dihantam banjir di sungai kecil antara penghubung Gampong Buket Linteung dan Seureuke, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Sabtu, 27 Agustus 2022. Sebelumnya, pada Kamis malam hujan deras mengguyur kawasan itu dan sekitarnya, satu jembatan kayu hanyut sehingga sempat terhambat aktivitas warga setempat.

Keuchik Gampong Seureuke, Kecamatan Langkahan, Aziz Rusmiano, mengatakan masyarakat dari dua gampong (desa) segera memperbaiki jembatan itu agar perjalanan ataupun aktivitas warga bisa kembali berjalan lancar, karena sudah dua hari terputus jalur penghubung antargampong tersebut.

“Di lokasi jembatan yang rusak ini merupakan satu-satunya jalan penghubung antara Gampong Buket Linteung dan Seureuke, Kecamatan Langkahan, dan Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Paling utama adalah akses bagi masyarakat kami dari Seureuke untuk menuju Kantor Camat Langkahan, Puskesmas maupun untuk kebutuhan lainnya seperti membeli bahan pokok ke kedai Langkahan. Maka jalur inilah yang kami manfaatkan, kalau tidak segera kita atasi memperbaiki secara swadaya tentu akan menghambat akses tersebut,” kata Aziz kepada wartawan, Sabtu.

Menurut Aziz, mulanya kerusakan jembatan yang terbuat dari kayu tersebut disebabkan hujan sangat deras disertai angin kencang, dan terjadi luapan sungai kecil hingga terbawa arus. “Ini sudah keenam kali jembatan itu rusak akibat dihantam banjir, karena dibuat pun sistem darurat atau swadaya masyarakat yang hanya mengandalkan kayu,” ujarnya.

“Sebenarnya kami sudah berulangkali mengajukan permohonan baik kepada pemerintah daerah dan Pemerintah Aceh melalui dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya,” tambah Aziz.

Oleh karena itu, kata Aziz, pihaknya mengharapkan kepada pemerintah agar jangan sampai dikucilkan meskipun lokasi ini di daerah terpencil Aceh Utara. “Kita harapkan agar diperhatikan juga, sehingga apa yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak di pedalaman jangan sampai terabaikan,” ucapnya.

“Kalau di Gampong Seureuke kurang lebih ada 1.000 KK atau berjumlah 3.500 jiwa. Jadi, apabila kondisi jembatan ini mengalami kerusakan parah jika tanpa ada penanganan serius, maka aktivitas warga akan sangat terhambat. Termasuk bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD) dari Gampong Buket Linteung ke Seureuke. Karena di Seureuke ada SD Negeri 9 Langkahan,” tutur Aziz Rusmiano.[]