Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaBerita LhokseumawePenyidik Libatkan Ahli...

Penyidik Libatkan Ahli Periksa Proyek Pasar Rakyat Ujong Blang, Ekskavator Diturunkan ke Lokasi

LHOKSEUMAWE – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Lhokseumawe melibatkan tim ahli dari Politeknik Negeri Lhokseumawe melakukan pemeriksaan lapangan terkait proyek Pasar Rakyat Ujong Blang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2018, Sabtu, 27 Agustus 2022. Satu alat berat ekskavator (beko) diturunkan ke lokasi proyek tersebut.

Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, melalui Kasi Intelijen Benny Daniel Parlaungan, S.H., dikonfirmasi portalsatu.com usai siang, mengatakan pemeriksaan lapangan itu bagian dari proses penyidikan kasus dugaan penyelewengan/penyimpangan dana pada Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti melalui Dana Tugas Pembantuan bersumber dari APBN 2018.

“Terkait adanya kegiatan di Pasar Ujong Blang, dapat diinfokan bahwa itu terkait dengan penyidikan yang sedang dilakukan Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lhokseumawe. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lapangan oleh ahli dari Politeknik Negeri Lhokseumawe,” kata Benny.

Namun, Benny tidak menjelaskan secara detail bagian apa saja dilakukan pemeriksaan pada proyek itu yang menggunakan ekskavator. “Itu sudah masuk ranah materi pemeriksaan, nanti ada waktunya kami akan sampaikan,” ucapnya.

Informasi diperoleh portalsatu.com dari sejumlah sumber, tim ahli didampingi penyidik melakukan pemeriksaan terhadap urukan tanah dan pasir, keramik, konstruksi beton, termasuk fondasi untuk diambil sampel yang kemudian akan diuji pada laboratorium.

Pemeriksaan lapangan itu berlangsung sejak pagi sampai sore.

Diberitakan sebelumnya, rekanan proyek Pasar Rakyat Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, bersumber dari APBN 2018 tidak bersedia mengembalikan dana Rp234 juta yang menjadi temuan BPK lantaran merasa telah melaksanakan semua kewajibannya sesuai kontrak pekerjaan.

PT Global Mandiri Group (GMG) sebagai rekanan proyek Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat Ujong Blang melalui Dana Tugas Pembantuan dari APBN tahun 2018 itu tidak mengakui temuan BPK.

“Kami sudah melakukan pemasangan keramik sesuai volume yang ada dalam kontrak pekerjaan. Kami juga sudah merealisasikan urukan tanah dan pasir, karena kalau tidak ada itu bagaimana kami bisa pasang keramik,” ujar Rustam, Kuasa Direktur PT GMG dikonfirmasi portalsatu.com, Jumat, 12 Agustus 2022.

Rustam menjelaskan hasil pekerjaan pihaknya diterima tim pemeriksa dan penerima barang (PHO) tanpa catatan. “Ada sedikit bagian yang retak sudah kami perbaiki pada masa pemeliharaan,” ucapnya.

Menurut Rustam, saat tim BPK turun mengecek ke lokasi pekerjaan tersebut, pihaknya tidak diundang. “Saya menolak menandatangani berita acara hasil temuan BPK itu, karena temuannya tidak sesuai dengan hasil pekerjaan kami di lapangan. Informasi yang saya dengar, PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) juga tidak mau teken temuan BPK itu, karena semua item pekerjaan yang diperintahkan oleh PPTK sudah kami realisasikan,” ungkap kontraktor ini.

Rustam menambahkan pihaknya telah meminta pihak Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Lhokseumawe untuk mengukur ulang volume pekerjaan untuk menguji temuan BPK. “Tapi pihak dinas tidak mau,” ucapnya.

“Atas dasar beberapa pertimbangan tersebut, kami tidak mengakui temuan BPK, makanya sampai sekarang kami tidak mengembalikan dana itu (kelebihan pembayaran yang menjadi temuan BPK),” tegas Rustam.

Baca: Ini Tanggapan Rekanan Proyek Pasar Rakyat Ujong Blang Lhokseumawe Soal Temuan BPK

Tim Penyidik Pidana Khusus Kejari Lhokseumawe meningkatkan penyelidikan ke penyidikan terkait kasus dugaan korupsi proyek Pasar Rakyat Ujong Blang itu sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Nomor: PRINT-03/L.1.12/Fd.1/08/2022 tanggal 1 Agustus 2022.

Baca: Kasus Proyek Pasar Rakyat Ujong Blang Lhokseumawe ke Penyidikan, Ini Saksi Sudah Diperiksa Jaksa

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan potensi kerugian keuangan negara Rp234 juta pada proyek yang dikerjakan PT “GMG” tersebut.

Menurut sumber portalsatu.com, dari total pagu proyek Pasar Rakyat Ujong Blang TA 2018 lebih Rp5,6 miliar, rekanan diduga tidak merealisasikan sejumlah item pekerjaan sehingga menjadi temuan BPK. Yakni, urukan tanah, urukan pasir, dan pemasangan keramik.

Disperindagkop-UKM Lhokseumawe sudah beberapa kali menyurati Direktur PT “GMG” untuk menyetorkan kembali dana proyek itu yang menjadi temuan BPK senilai Rp234 juta ke Kas Daerah.

Bangunan Pasar Rakyat Ujong Blang itu berada di Kompleks Pasar Induk Terpadu Kota Lhokseumawe, Jalan Lingkar Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti.

Pasar Induk Terpadu Kota Lhokseumawe itu dibangun sejak tahun 2015. Data pada laman resmi LPSE Kota Lhokseumawe, tahun 2015 pembangunan Pasar Induk Kota Lhokseumawe tahap I nilai pagu Rp2,75 miliar (M) lebih. Tahun 2016 pembangunan tahap II Rp4,85 M. Tahun 2017, pembangunan tahap III Rp2,5 M.

Tahun 2018, nama paketnya menjadi Biaya Jasa Konstruksi Fisik Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat Induk Terpadu Kec. Banda Sakti Rp5,80 M bersumber dari APBN. Tahun 2018 juga ada paket Biaya Jasa Konstruksi Fisik Pembangunan/Revitalisasi Pasar Rakyat Ujong Blang Rp5,68 miliar lebih dari APBN.

Pasar Induk itu diresmikan bersamaan dengan pembukaan Pameran Kota Lhokseumawe pada 11-17 November 2019.[](nsy)

Baca juga: