LHOKSUKONSekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara, Abdul Aziz menilai pengembangan bisnis peternakan kambing di kabupaten tersebut sangat potensial. Maka dari itu, Sekda mendukung penuh bisnis penggemukan kambing.

“Peternakan atau penggemukan kambing sangat potensial di Aceh Utara, tapi kenapa selama ini tidak ada yang mengembangkan secara profesional,” ujar Sekda Abdul Aziz saat membuka rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK) di aula Kantor Bupati, Kamis, 27 Desember 2018.

Selama ini, kata Abdul Aziz, keluhan yang sering muncul terkait bisnis peternakan itu adalah kesulitan pemasaran. Padahal menurutnya, jika memiliki jumlah kambing yang cukup tentu pemasarannya akan mudah.

“Beberapa waktu lalu, saya menghadiri pameran dagang di Jeddah, Arab Saudi. Dalam kesempatan itu terungkap bahwa pengusaha Arab Saudi sangat berminat terhadap pasokan kambing atau biri-biri untuk kebutuhan kurban pada musim haji dan umrah. Jumlah pasokan minimalnya mencapai 1 juta ekor pertahun,” ujar Abdul Aziz. 

Dalam rakor tersebut, Sekda berharap kepada tim innovasi kabupaten bersama stakeholder terkait agar betul-betul melihat potensi yang ada di desa untuk dikembangkan dengan fungsi dana Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang sudah terbentuk di desa.

Pengembangan bisnis peternakan kambing dan sapi kini banyak dijalani warga di Gampong Rambong Dalam, Kecamatan Baktiya. Hal itu mendapat dukungan dari geuchik setempat. 

“Alhamdulillah, yang terpenting dalam hal ini adalah semangat. Di sini sudah banyak warga yang menjalankan bisnis peternakan sapi dan kambing. Susu kambing juga ada yang diekspor ke luar daerah. Kalau semua warga sudah begitu, InsyaAllah pertumbuhan ekonomi rumah tangga akan meningkat,” ujar Geuchik Gampong Rambong Dalam, Yusuf kepada portalsatu.com/. []