SUBULUSSALAM – Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs. Salmaza MAP mengaku sangat menyayangkan melihat aktivitas perkantoran yang dulunya sangat baik kini tak lagi punya marwah, bagaikan kuburan dekah (bahasa kampong artinya kuburan lama).

Hal itu disampaikan Salmaza saat membuka rapat kerja MPD dengan instansi pemerintah terkait dan para stakeholder di lantai II gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Subulussalam, Jumat, 28 Desember 2018.

Salmaza mengatakan aktivitas di  perkantoran di lingkungan pemerintah Kota Subulussalam saat ini sangat sepi ibarat lokasi pemakaman yang sudah  ditinggalkan. 

“Kantor-kantor sekarang sepi, seperti kuburan dekah, seperti pemakaman sudah ditinggalkan,” kata Salmaza di hadapan peserta rapat kerja MPD yang juga terlihat sepi karena banyak stakeholder yang tidak hadir.

“Pemerintah sekarang luar biasa hancur-hancuran, saya bagian dari pemerintah sakarang, tapi inilah yang terjadi,” ungkapnya.

Salmaza menyebutkan sejatinya kantor Sekretariat Daerah Kota (Sekdako) tidak boleh sepi aktivitas karena pusat pelayanan pemerintahan. Namun kenyataannya, Salmaza mengaku sering melihat di sana sepi aktivitas karena banyak pegawai yang tidak masuk kerja.

“Karena sepi sekali, masuk saya ruang Pak Sekda, di situlah kami duduk cerita-cerita. Saya katakan sama Pak Sekda tahun lalu kita berdua di BPKD saat menghadapi pihak berkepentingan,” kata Salmaza menceritakan kejadian lalu saat kantor keuangan di demo karena sulitnya proses penarikan di akhir tahun.

Hal yang sama kembali terjadi, puluhan tenaga honorer di lingkungan Setdako, Kamis kemarin melakukan aksi membakar ban bekas di depan kantor keuangan sebagai bentuk protes setelah gaji mereka selama enam bulan  belum dibayar.

“Tahun lalu dua orang kita di BPKD menghadapi para pihak yang berkepentingan, sekarang malah makin parah,” ungkap Salmaza.

“Artinya saya bukan menyampaikan curhat,  tapi mari kita perbaiki pemerintahan ke depan,” timpal wakil wali kota Subulussalam terpilih ini yang akan mendampingi H. Affan Alfian Bintang SE memimpin bumi sada kata lima tahun mendatang periode 2019-2024.

Karena itu, Salmaza mengajak semua pihak untuk sama-sama memperbaiki pemerintahan ke depan yang saat ini tak lagi punya marwah.

“Ke depan, mari sama-sama kita perbaiki Subulussalam, jangan sampai seperti ini lagi. Kita terbuka bagi siapa saja, mari bangun Subulussalam ini dengan ikhlas tanpa embel-embel apapun,” ujar Salmaza.[]