Senin, Juni 24, 2024

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...

HUT Ke-50 Aceh Tenggara,...

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara membuka stan pelayanan...

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...

Realisasi Pendapatan Asli Aceh...

BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2019-2023 melampaui target. Akan...
BerandaNewsDinkes Aceh Utara...

Dinkes Aceh Utara Lepas Pasungan Fauzi Murtala

LHOKSUKON — Dinas Kesehatan Aceh Utara melepaskan pasungan yang selama ini menjadi 'penjara' bagi Fauzi Murtala, 27 tahun, Senin, 8 Januari 2018.

Setahun terakhir, pria yang mengalami gangguan jiwa itu dirantai keluarganya di kebun belakang rumah yang berada di Gampong Tanjong Geulumpang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Fauzi dibawa ke RSUD Cut Mutia untuk mendapatkan pengobatan.

“Pasien tersebut mengalami gangguan jiwa karena faktor ekonomi dan persoalan lainnya. Tahun 2012 lalu, sudah dirujuk ke RSJ Banda Aceh dan sempat dibawa pulang setelah sembuh. Namun 2013 dibawa lagi ke RSJ karena kambuh. Tahun 2014 dan 2017 juga dibawa lagi karena kambuh,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr. Machrozal, Senin siang via telepon seluler.

Kata Machrozal, pasien yang sudah mandiri atau sembuh harus diberdayakan agar tidak kambuh lagi. Untuk itu dibutuhkan perhatian dari semua pihak, termasuk dukungan dari lingkungan sekitar.

“Selama ini banyak pasien yang sudah mandiri, kambuh lagi gangguan jiwanya karena tidak ada pemberdayaan terhadap keinginan mereka. Tidak ada dukungan dari lingkungan sekitar akan membuat mereka stress, sehingga gangguan jiwanya kambuh kembali,” terang Machrozal.

Machrozal menyebutkan, periode 2009 hingga 2017 tercatat 2.452 pasien gangguan jiwa di Aceh Utara, 1.152 di antaranya sudah mandiri dan 721 pasien sembuh dengan bantuan. Sementara pasien yang masih tergantung obat 579 orang.

“Dari 33 pasien yang dipasung, 23 di antaranya sudah dilepas. Sementara 10 lainnya dipasung lepas oleh keluarga masing-masing. Kita harap semua pihak terkait bisa memberdayakan 1.152 pasien gangguan jiwa yang sudah mandiri ini agar tidak kambuh lagi. Karena hasil pembinaan Dinkes terhadap tujuh pasien gangguan jiwa yang sudah mandiri, kondisinya sekarang lebih baik, bahkan sudah mampu menghidupi keluarganya,” kata dr. Mazhrozal.[]

Baca juga: