LHOKSUKON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara menyiagakan posko kesehatan di lokasi rawan banjir, tepatnya dekat jembatan kota Lhoksukon. Hal itu untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada korban banjir.
Kepala Dinkes Aceh Utara, Amir Syarifuddin, Senin, 7 Desember 2020, mengatakan pendirian posko kesehatan itu menindaklanjuti arahan Bupati/Wakil Bupati dan Sekda Aceh Utara, setelah pihaknya sejak kemarin (Minggu) bersama tim Muspida melihat situasi di lapangan.
“Memang ada beberapa titik perlu dibuat posko kesehatan siaga pascabanjir. Di antaranya didirikan posko itu di wilayah Lhoksukon, Pirak Timu dan Matangkuli juga akan disiagakan. Kita utamakan posko kesehatan ini di lokasi banjir yang memang tidak mungkin diterobos masyarakat ke tempat palayanan induk atau Puskesmas. Di posko itu sudah kita sediakan mobil yang dilengkapi perlengkapan kesehatan, petugas memantau terus 24 jam ke setiap pengungsian. Bahkan juga ikut mengevakuasi warga atau pasien yang mengalami sakit di rumah,” kata Amir Syarifuddin.
Amir menambahkan, Dinkes Aceh Utara juga meminta bantuan tambahan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Akan tetapi, sejauh ini dari segi ketersediaan obat tidak mengalami kendala dan stoknya mencukupi. “Artinya, perlu juga penambahan stok obat untuk korban banjir tersebut, tapi kendalanya pengungsi itu tidak difokuskan pada satu titik. Kebanyakan warga mengungsi di gampong masing-masing yang mendirikan tenda di dataran tinggi, maka kita perlu menyiapkan mobil ambulans untuk dapat terjun langsung ke titik pengungsian”.
“Warga terkena banjir itu keluhannya adalah gatal-gatal maupun luka akibat kecelakaan dalam kondisi banjir. Kita sudah mengarahkan kepada seluruh Puskesmas yang ada di Aceh Utara atau terdampak banjir, agar terus memantau serta memberikan pelayanan dengan menggunakan mobil ambulans di setiap kecamatan masing-masing untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Amir Syarifuddin.[]


