Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe telah membangun koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak dalam rangka memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Terkait penanganan pasien Covid-19 yang meninggal dunia, Dinkes Lhokseumawe sudah mengadakan rapat koordinasi dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe dan lintas sektor.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan keputusan bahwa jenazah pasien dengan Covid-19 harus diperlakukan dengan etis dan layak sesuai dengan agama, nilai, norma dan budaya. Selain itu, pemulasaraan jenazah dilakukan oleh tenaga/petugas yang telah ditunjuk serta menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar.
Sementara itu, pasien yang meninggal di rumah sakit selama perawatan Covid-19, pasien konfirmasi atau probable maka pemulasaraan jenazah diberlakukan tatalaksana Covid-19. Pemakaman jenazah dilakukan segera mungkin dengan melibatkan pihak rumah sakit.
Pelayat yang menghadiri pemakaman tetap menjaga jarak sehingga jarak aman minimal 2 meter. Penguburan dapat dilakukan di pemakaman umum, serta pemakaman dapat dihadiri oleh keluarga dekat dengan tetap memperhatikan physical distancing dengan jarak minimal 2 meter, maupun kewaspadaan standar. Setiap individu pelayat/ keluarga yang menunjukkan gejala Covid-19 tidak boleh hadir.

[Foto: dok. Dinkes Lhokseumawe]
Untuk diketahui, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh pada Maret 2020 telah mengeluarkan Taushiyah Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanganan Pasien Wabah Penyakit.
Diktum KELIMA berbunyi: Setiap pasien yang meninggal karena wabah penyakit (Covid-19) wajib dilaksanakan fardhu kifayah selama memungkinkan dan disesuaikan dengan petunjuk medis dan dikebumikan oleh pihak pemerintah.
KEENAM: Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota agar menyediakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap bagi semua tenaga medis, petugas tajhiz mayat dan petugas lainnya.
KETUJUH: Keluarga pasien dan masyarakat agar mematuhi seluruh prosedur kesehatan yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas kesehatan Kota Lhokseumawe dr. Said Alam Zulfikar beberapa waktu lalu mengatakan sampai saat ini pihaknya juga terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah supaya terhindar dari wabah Covid-19. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.[](*)




