BLANGKEJEREN – Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues sudah menyalurkan berbagai bantuan kepada korban banjir dan longsor, bantuan itu mencakup beras, mie instan, minyak goreng, paket sembako, telur dan berbagai bantuan lainya.

Kepala Dinas Sosial Gayo Lues Jasiwa Maytense, S.E., M.M., Rabu 7 Januari 2026, mengatakan bantuan beras paska banjir dan longsor yang sudah disalurkan mencapai 192.951 Kg kepada pengungsi dan kepada warga terdampak banjir dan longsor.

“Untuk warga Kecamatan Blangkejeren yang sudah kita salurkan paska bencana hingga tanggal 6 Januari 2026 kemarin mencapai 19.143 Kg, Dabun Gelang 23.463 Kg, Blangpegayon 175 Kg, Putri Betung 28.616 Kg, Pining 43.148 Kg, Rikit Gaib 25.462 Kg,” katanya.

Kemudian untuk beras yang sudah disalurkan untuk Kecamatan Pantan Cuaca mencapai 28.253 Kg, Tripejaya 21.381 Kg, Terangun 885 Kg, Blangjerango 1.870 Kg, dan Kecamatan Kutapanjang 555 Kg.

“Sisa beras Kabupaten Gayo Lues hari ini untuk korban banjir dan longsor maupun bagi yang terdampak hanya tinggal 40 ton lagi,” ujarnya.

Beras sebanyak 40 ton itu kata Kadis Sosial diperkirakan hanya bertahan untuk Satu Minggu lagi, sebab, hingga hari ini jumlah pengungsi belum ada berkurang, dan warga terdampak semakin banyak.

“Jumlah pengungsi di Kabupaten Gayo Lues Paska banjir dan tanah longsor mencapai 13.460 jiwa atau 4.226 KK. Sedangkan jumlah yang terdampak mencapai 20.329 jiwa atau 5.550 KK di Tujuh Kecamatan,” katanya.

Masing-masing pengungsi itu berada di Kecamatan Blangkejeren, Dabun Gelang, Rikit Gaib, Pantan Cuaca, Putri Betung, dan di Kecamatan Tripe Jaya.[]