BLANGKEJEREN – Pemerintah pusat melalui BNPB bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan membangun ribuan hunian sementara tahap pertama untuk korban banjir dan longsor. Pembangunan hunian sementara (huntara) itu untuk 20 desa yang terdampak bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimin, Rabu, 7 Januari 2026, mengatakan total pembangununan huntara untuk Gayo Lues tahap pertama mencapai 3.051 unit yang tersebar di 20 desa.

“Untuk lahan pembangunan hunian sementara ini sudah ada semua, sifatnya pinjam pakai. Namun belum semua lokasi di matangkan, ada sebagian yang perlu diratakan karena tanahnya tidak rata,” katanya.

Menurut Muhaimin, yang sudah dimulai pengerjaan huntara di Gayo Lues baru di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, itupun sebagai contoh.

“Saat ini banyak sekali kendala kita untuk memulai pembangunan hunian sementara korban banjir dan tanah longsor, selain banyak akses yang masih terputus menuju desa yang terkena banjir, jalan lintas nasional Gayo Lues-Aceh Tenggara juga masih longsor,” ujarnya.

Akibat jalan Gayo Lues-Agara ikutan longsor, semua bahan baku dari Medan ke Gayo Lues untuk pembangunan huntara tidak bisa diangkut. Pemerintah masih menunggu jalan kembali normal agar semua huntara bisa dikerjakan.[]