BANDA ACEH – Kabar duka kembali menyelimuti masyarakat Aceh. Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah, menutup usianya di Rumah Sakit Harapan Bunda, Setui, Banda Aceh, Jumat, 29 Desember 2017, malam. Kabarnya, sebelum dibawa ke rumah sakit, almarhum sempat mengeluhkan penyakit asam lambungnya kambuh.

Busra menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 55 tahun sekitar pukul 20.30 WIB tadi malam. Jenazah almarhum dikebumikan pagi ini di kampung halamannya di Desa Mireuk Taman, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.

Corporate Secretay Bank Aceh Syariah, Amal Hasan, menyebutkan sebelum alhamarhum Busra Abdullah dibawa ke rumah sakit, saat pagi harinya beliau sempat memimpin rapat tutup tahunan di kantor setempat dalam kondisi sehat

“Waktu masuk kantor pagi kemarin bapak sehat-sehat aja, pas saat sore harinya beliau mengeluhkan asam lambungnya naik kemudian kita langsung membawa ke rumah sakit,” kata Amal Hasan, Sabtu, 30 Desember 2017.

Amal Hasan mengatakan, sebelum almarhum dikebumikan di kampung halamanya pagi ini, malam tadi jenazah Busra Abdullah dibawa pulang ke rumahnya di jalan Sejahtera Kompleks Goheng, Desa Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Kepergian almarhum meninggalkan seorang istri, Nabila Busra, dan tiga anak.

Busra Abullah lahir di Mireuk Taman, Aceh Besar, 30 Maret 1962. Ia mengawali kariernya di Bank Aceh sejak 1989 sebagai karyawan di kantor pusat dan pegawai di kantor cabang kota Langsa. Setelah itu ia dipindahkan kembali ke kantor pusat sebagai staf divisi perencanaan. Pada tahun 2002, Busra menjadi wakil pimpinan Kantor Pusat Operasional (KPO) Banda Aceh. Setelah itu, pada 2008 dirinya ditunjuk untuk memimpin kantor Bank Aceh cabang Sigli, Pidie.

Kemudian pada 2010 Busra juga sempat dilantik menjadi Direktur Bisnis, dan puncak kariernya menjadi Direktur Utama Bank Aceh Syariah pada tahun 2016 lalu setelah dilantik oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang menjabat pada saat itu.[] Sumber: okezone.com