LHOKSEUMAWE – Truk Toyota Dyna nomor polisi BK 8799 CD bermuatan barang butut terbalik ke aspal akibat disenggol bus Kurnia yang belum diketahui nomor pelatnya. Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di Jalan Banda Aceh – Medan, Desa Alue Bate, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur, Senin, 21 Oktober 2019, sekitar pukul 03.30 WIB dinihari. Akibat laka lantas tersebut, barang butut dari bak truk Dyna berserakan di aspal.
Kasat Lantas Polres Aceh Timur, AKP Aditia Kusuma, S.I.K., menjelaskan truk Toyota Dyna itu dikemudikan Bambang Fitoyo (40), warga Kampung Baru, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan. Bus Kurnia belum diketahui identitasnya juga meluncur dari arah sama.
“Setibanya di TKP jalan lurus, menurut keterangan Bambang Fitoyo, mobil barang (mobar) truk Toyota Dyna yang dia kemudikan tersebut disenggol oleh mobus Kurnia. Kejadian itu mengakibatkan pengemudi mobar truk Toyota Dyna hilang kendali, sehingga oleng dan terbalik di tengah badan jalan. Selanjutnya mobus Kurnia yang tidak diketahui identitasnya tersebut melarikan diri menuju arah timur (Medan),” kata Kasat Lantas seperti dikutip pihak Humas Polres Aceh Timur kepada portalsatu.com/.
Menurut Kasat Lantas, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat laka lantas tersebut. Namun, barang butut yang diangkut truk Dyna itu berserakan ke aspal. Saat ini, kata dia, pihaknya sedang menyelidiki kejadian tersebut.

(Barang butut berserakan di jalan aspal. Foto: dok. Satlantas Polres Aceh Timur)
Avanza kontra sepmor
Sebelumnya, terjadi laka lantas antara mobil Toyota Avanza nomor polisi BK 1187 PD kontra sepeda motor (sepmor) Honda RevoX nopol BL 6415 DAV di Jalan Medan – Banda Aceh, Desa Alue Bu Jalan, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, Ahad, 20 Oktober 2019, sekitar pukul 16.15 WIB. Akibat kejadian itu, Darwati (40), ibu rumah tangga, warga Dusun Proyek Sosial, Desa Blang Gleum, Kecamatan Julok, Aceh Timur, meninggal dalam perjalanan dari lokasi kejadian ke RSUD Zubir Mahmud, Idi.
Kapolsek Peureulak Barat, Ipda Eko Hadianto, S.E., M.H., menjelaskan, mobil penumpang (mopen) Avanza itu dikemudikan Usman S (65), warga Dusun I Melati Paya Perupuk Tanjung Pura, tiba di TKP bersamaan melintas sepmor RevoX dikendarai Hamdan (55), warga Dusun Proyek Sosial, Desa Blang Gleum, Kecamatan Julok, Aceh Timur, yang membonceng istrinya, Darwati.
“Sopir mopen Avanza yang melaju dari arah Banda Aceh ke Medan tiba di tikungan, terkejut melihat kondisi aspal yang rusak dan banting setir ke kanan. Bersamaan dengan itu sepmor Honda RevoX melaju dari arah Medan menuju Banda Aceh, lalu mopen Avanza menghantam sepmor tersebut, dan mengakibatkan pengendara sepmor dan istrinya terhempas ke badan jalan. Kerasnya benturan mengakibatkan Hamdan mengalami luka berat dan istrinya (Darwati) meninggal dunia saat dilarikan ke RS Zubir Mahmud Idi,” ujarnya.

(Lokasi laka lantas. Foto: dok. Polsek Peureulak Barat)
Imbauan Kapolres
Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, S.I.K., M.H., mengimbau kepada pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan waspada saat mengendarai kendaraan, mengingat di beberapa ruas Jalan Medan-Banda Aceh wilayah hukum Polres itu masih minim lampu penerangan jalan. Selain itu, kondisi jalan berlubang di sejumlah titik.
“Kepada pengendara sepeda motor agar selalu mengedepankan keselamatan berkendara dengan menaati peratutan lalu lintas. Salah satu di antaranya menggunakan helm standar SNI bagi pengemudi maupun yang dibonceng, hal ini demi keselamatan dan juga mengurangi risiko fatal akibat kecelakaan lalu lintas,” imbuh Kapolres Eko Widiantoro.[](rilis)





