TAKENGON – Puluhan hektar tanaman bawang merah lokal milik petani di Desa Nosar Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, terancam gagal panen. Serangan hama ulat bulu berukuran kecil ditengarai menjadi penyebab utama.
Salah seorang petani bawang lokal, Yanta Rizki menjelaskan, hama itu telah menyerang tanaman bawang petani sejak setahun yang lalu. Bahkan katanya, saat ini hama itu terus meluas.
,”Tanaman (bawang-red), tidak mau berkembang. Satu biji kita tanam bibitnya, ya satu biji itu yang tumbuh,” kata Yanta kepada wartawan saat berkunjung ke perkebunan bawang lokal di desa Nosar, kecamatan Bintang, Rabu sore 17 Mei 2017.
Ia mengatakan, untuk membasmi serangan hama itu, sejumlah racun pemusnah juga telah dicoba petani, namun upaya tersebut gagal.
Yanta menjelaskan, selain bercocok tanam kopi Gayo, masyarakat di kawasan Bintang, sebagian besar merupakan petani bawang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Besar harapannya agar pemerintah dapat mencari solusi untuk membasmi hama ulat itu.
Tindakan ini dinilai penting guna menguatkan kebutuhan bawang merah menjelang Ramadan 1438 H. Terlebih sebutnya, harga sejumlah sembako jelang Ramadan mulai mengalami kenaikan.[]



