Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaDisinggung Penegerian Unigha,...

Disinggung Penegerian Unigha, Senator Ghazali Abas Menangis

SIGLI – Senator asal Aceh, Drs. H. Ghazali Abbas Adan, berjanji akan mewakafkan dirinya untuk memperjuangkan penegerian Universitas Jabal Ghafur (Unigha). Bahkan dia menangis sedih mengingat nasib Unigha.

Hal itu dikatakan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Kabupaten Pidie, Aceh, Minggu, 19 Juni 2016, kepada portalsatu.com, saat diminta tanggapan dirinya terkait proses penegerian Unigha.

“Saya berjanji akan memawakafkan diri untuk memperjuangkan penegerian Unigha,” kata Ghazali Abbas sambil mengusap air mata.

Untuk proses penegerian Unigha, menurutnya, harus ada itikad baik dari Pemerintah Kabupaten Pidie, DPRK Pidie dan pihak Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur. Jika itu sudah ada, maka proses penegerian universitas swasta tertua di Aceh akan berjalan lancar. Dirinya pun akan berjuang termasuk akan menembus langsung Menteri Pendidikan Anis Baswedan.

Tiga elemen yakni, pemerintah daerah, DPRK dan yayasan harus sungguh-sungguh dan serius memikirkan penegerian. Sebab, tanpa keseriusan tiga elemen ini, sulit untuk diperjuangkan. “Jika serius, saya siap mempertaruhkan lambang dan jabatan demi Jabal Ghafur,” tegas politisi yang dikenal vokal ini.

Dia juga meminta kepada yayasan untuk memiliki itikad baik menyerahkan kepada pemerintah agar proses penegerian berjalan lancar. Jika Unigha dinegerikan, kata Ghazali, sangat memberi manfaat bagi generasi muda Pidie untuk meraih cita-citanya tanpa harus mengeluarkan uang banyak.

“Saya sedih, jika kami ada di Jakarta tidak mampu memperjuangkan penegerian Unigha,” pungkasnya.[]

Baca juga: