BANDA ACEH – UKM Majelis Dakwah Fisip (MDF) Unsyiah menyelengarakan diskusi ilmiah nasional yang bertema  “Pentingkah Bermazhab” dengan pematerinya Ustad Ubadillah Ahmad Chalid di Aula Fisip Unsyiah, Rabu, 19 April 2016.

Acara ini juga dihadiri oleh Dekan Fisip, Dosen UIN Ar-Raniriy dan lembaga internal dalam ruang lingkup Unsyiah maupun masyarakat. Acara ini juga turut menyedot atusias yang besar dari penonton.

Dalam kata sambutan Ketua Majelis Dakwah Fisip Heri Setiawan mengatakan, “Majelis Dakwah Fisip ini merupakan suatu UKM yang terbentuk dari gagasan kawan-kawan yang berlandaskan keislaman serta untuk menangkis aliran-aliran sesat yang belakangan ini kerap melanda Aceh. Mahasiswa harus berperan di dalam mengatasi peredaran aliran sesat tersebut,” katanya.

Menanamkan nilai-nilai pemahaman tentang mengapa seorang manusia harus bermazhab atau dengan kata lain apa substasi dari hal tersebut. Dan juga hal ini merupakan bentuk daripada keprihatinan dari mahasiswa Fisip Unsyiah terhadap perkembangan aliran sesat yang kerap menimpa masyarakat Aceh.

Ustaz Ubadillah Ahmad Chalid dalam diskusi itu mengatakan, seseorang yang mulai mengerti Islam tidak boleh lagi hanya taklid terhadap hal peribadatan melainkan harus tahu dasar-dasar mengapa hal tersebut terjadi.

“Mazhab adalah suatu jalan yang harus digunakan manusia untuk sampai kepada zaman Nabi, karena tentunya manusia yang hidup pada zaman sekarang tidak bisa tahu apa yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW pada masa dahulu, maka dari itu fungsi dari mazhab (jalan) ialah untuk menjelaskan hal itu,” Ujar Ustaz Ubadillah Ahmad Chalid.

Di akhir diskusi beliau juga menyampaikan bahwa kita boleh memeluk suatu mazhab namun perlu digarisbawahi bahwa semua mazhab ini benar dan kita tidak boleh menghujat salah satu mazhab pun atau menyalahkan salah satu mazhab.[]

Dikirim oleh Munawar Sigli