ACEH UTARA – Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Aceh Utara menggelar pelatihan anyaman pandan kepada sejumlah warga di Geulanggang Baro, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Senin, 30 September 2019.
Kegiatan itu diikuti 15 peserta dari Gampong Kuala Keureto dan Geulanggang Baro, 30 September hingga 4 Oktober 2019. Pelatihan anyaman pandan itu dibuka Plt. Kadisperindagkop-UKM Aceh Utara, Fadhli, dihadiri Camat Lapang, Surya Phachta , S.STP., Ketua TP PKK Lapang, Cut Zuliana Sandra, Kabid Perindustrian Disperindagkop-UKM Aceh Utara, Muzakkar, S.T., M.T., dan Muspika setempat.
Camat Lapang, Surya Phachta, mengatakan, kegiatan ini tindak lanjut program Pemkab Aceh Utara untuk pengembangan usaha mikro menengah khususnya pengarajin anyaman pandan di Kecamatan Lapang. Karena di dua gampong itu terdapat pengrajin anyaman tikar, tempat beras anyaman pandan, bentuk bantal sofa maupun anyaman lainnya.
“Sebelumnya kita juga mengadakan expo tentang itu dalam rangka memperingati HUT RI pada Agustus 2019 lalu, sekaligus bursa inovasi desa diadakan TPID di Kecamatan Lapang. Tindak lanjut tersebut pihak Disperindagkop bersama Muspika melaksanakan pelatihan anyaman pandan kepada sejumlah warga. Tujuannya untuk jangka panjang supaya pengrajin pandan ini bisa mengembangkan usahanya dan menjadi central anyaman pandan di wilayah ini,” kata Surya Phachta kepada portalsatu.com/, Senin sore.
Bahkan, kata Surya, pengrajin di Gampong Kuala Keureto dan Geulanggang Baro, sudah didatangi Tim Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan ada beberapa pesanan dari Bekraf hasil anyaman pengrajin pandan tersebut.
“Dalam pelatihan ini kita juga memberikan cara anyaman modern sesuai perkembangan zaman. Misalkan, dari segi desain anyaman yang dapat lebih menarik peminat. Kita berharap dengan adanya pelatihan ini pengrajin dapat meningkatkan lagi kemampuannya dalam menghasilkan karya anyaman tersebut,” ujar Surya.
Selain itu, lanjut Surya, pihaknya juga berharap kepada pemerintah membantu memasarkan produk anyaman yang dihasilkan pengrajin itu. “Karena memang masyarakat di daerah ini punya potensi dalam mengembangkan anyaman pandan,” katanya.[]



