LHOKSEUMAWE – Sebuah granat nanas dalam kondisi tanpa pen ditemukan penjala udang di bawah Jembatan Cunda, sekitar 50 meter dari Kafe Muara, di Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu, 26 Agustus 2017 sekitar pukul 07.00 WIB. Bahan peledak berbahaya itu sudah diamankan tim Penjinak Bom ke Mako Den-B Brimobda Polda Aceh di Jeulikat, Lhokseumawe.

Informasi dihimpun portalsatu.com, bahan peledak berbahaya itu ditemukan Halim, 40 tahun, asal Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe yang sehari-hari mencari udang di kawasan Krueng Cunda. Kabarnya granat itu tersangkut dalam jala. Setelah diangkat ke dalam sampan, pria itu melapor ke rekannya sesama pencari udang, M. Ihsan.

Ihsan kemudian mengambil bahan peledak itu dan dibawa pulang ke rumahnya di Kutablang di pinggir Krueng Cunda, depan Terminal Bus Lhokseumawe. Agar tidak disentuh oleh orang lain, Ihsan menaruh granat dalam tabung besi.

“Halim beritahu saya, dia dapat granat di bawah jembatan. Saya ambil granat itu saya bawa ke rumah agar aman. Saya taruh dalam tabung besi, kemudian saya langsung beritahu petugas Polsek Banda Sakti,” ujar Ihsan.

Ihsan mengaku tidak merasa takut saat mengambil granat itu dengan tangan dari sampan Halim. Sesampai di rumah, granat dibersihkan dari lumpur kemudian ditaruh dalam tabung besi di halaman rumahnya.

Granat itu kemudian diamankan Tim Jibom, sekitar pukul 12.30 WIB. Seratusan warga tampak mengerumuni lokasi itu saat petugas mengamankan granat tersebut. “Granat nanas, pen sudah tercabut. Ada karang yang lengket pada ujung granat yang membuat granat tidak meledak,” kata seorang polisi di lokasi.[]