LHOKSUKON – Dewan Kesenian Aceh (DKA) Aceh Utara menggelar musyawarah daerah (musda) di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Sabtu, 9 Januari 2016. Musyawarah itu dihadiri peserta dari 27 kecamatan untuk memilih ketua dan pengurus baru periode lima tahun mendatang.

Musda tersebut dibuka Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Abdul Azis.

“Bupati mengharapkan Musda DKA dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan dan pengembangan kesenian, sehingga seni juga dapat memberikan pesan yang islami. Sejauh ini setiap even seni selalu mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat,” kata Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Amir Hamzah kepada portalsatu.com, mengutip sambutan bupati yang dibacakan Abdul Aziz dalam pembukaan Musda DKA Aceh Utara.

Bupati Muhammad Thaib alias Cek Mad menyebutkan, pembangunan kesenian lokal perlu dikembangkan di kalangan generasi muda agar terbenteng dari pengaruh zaman. Hal itu penting untuk membentuk karakter Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dalam berakidah dan beramal. Selama ini Pemkab Aceh Utara melalui dinas terkait terus memberikan perhatian yang serius terkait setiap kegiatan untuk mengaktualisasi dan apresiasi seni, serta budaya lokal.

“Saat ini minat masyarakat mulai memudar terhadap  pagelaran seni tradisional yang islami, seperti Meurukon, Berjanji, Meudikee dan lainnya. Melalui Musda DKA kali ini mari kita mengkaji lebih dalam lagi untuk pengembangan kesenian. Mengingat dalam even sekelas PKA, Aceh Utara mampu meraih juara. Untuk PKA 2013, Aceh Utara memperoleh peringkat ke dua,” ujarnya.

Cek Mad juga menyampaikan, selain bertujuan memilih pengurus baru, musda ini merupakan ajang silaturahmi dalam memberdayakan insan seni.

“Pilihlah sosok yang mumpuni dan kredibel, serta peduli terhadap pembangunan dan pengembangan kesenian di Aceh Utara. Karena tugas yang akan dipikul ke depan lebih berat, maka diperlukan sosok tangguh untuk mengembangkan kesenian di Aceh Utara. Diharapkan melalui kesenian dapat menyebarkan informasi dalam berbagai sektor pembangunan di segala penjuru Aceh Utara,” kata Amir Hamzah mengutip pernyataan bupati.[] (idg)