SUBULUSSALAM – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh memaparkan sejumlah manfaat gemar makan ikan di hadapan ratusan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Jannatul Firdaus, Kota Subulussalam, Selasa, 23 Maret 2021.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Ikan DKP Aceh, Cut Sri Haswirna, S. Pi., M. Si., dalam kampanye gemar makan ikan bertujuan mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan jenis-jenis ikan.
Cut Sri Haswirna menjelaskan tahun 2021 target pelaksanaan sosialisasi gemar makan ikan bagi anak usia dini meliputi TK, SD dan SMP khususnya anak-anak pesantren. DKP Aceh juga membawa menu makanan dibagikan kepada santri dan santriwati.

"Di tahun 2021 kita beralih ke anak-anak pesantren, apalagi di tengah kondisi Pandemi Covid-19 mereka tidak berpergian keluar, karena itu kita coba bawa menu makanan sekaligus kampanye gemar makan ikan," kata Cut Sri Haswirna didampingi Fikri Insani Akbar, S. Pi Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (Distanbunkan) Kota Subulussalam.
Adapun menu makanan yang bersumber dari olahan ikan dibawa DPK Aceh Kota Subulussalam yakni nuget, kaki naga, ekado, bakso, bakso tahu, otak-otak dan sosis.

Makanan ini diberikan kepada santri usai sosialisasi yang berlangsung sejak pukul 09:00 WIB berakhir pada pukul 11:30:00 WIB.
"Sosialisasi ini untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan jenis-jenis ikan, supaya adik-adik santri memahami tentang perikanan seperti omega dan protein yang terkandung dalam ikan," sambung Cut Sri Haswirna.
Ia menyebutkan gemar makan ikan ini untuk mencetak generasi Aceh berkualitas sejalan dengan program Pemerintah Aceh yaitu Aceh Troe dan Aceh Caroeng. Untuk mewujudkan generasi Aceh pintar ibu hamil dan ibu menyusuai harus gemar makan ikan.
"Ibu hamil harus banyak makan ikan, ibu hamil itu untuk mencetak supaya anaknya tidak stunting," ungkap Cut Sri Haswirna.

Kabid Perikanan Distanbunkan Kota Subulussalam, Fikri Insani Akbar mengajak masyarakat membudidayakan ikan nila guna peningkatan ekonomi masyarakat. Saat ini, kata Fikri, pasokan ikan nila dan ikan emas 90 persen dipasok dari luar daerah.
"Saya mengajak masyarakat yang ada potensi budidaya ikan nila, mari kita kembangkan. Banyak saya lihat kolam-kolam tidak aktif, saya selaku kabid perikanan siap turun ke lapangan memberikan penyuluhan," ungkap Fikri. []






