BIREUEN – Dominan pedagang makanan dan minuman untuk berbuka puasa di kawasan Langgar Square, kota Bireuen, tak memakai masker sebagaimana imbauan pemerintah terkait pencegahan wabah Covid-19.
Pantauan wartawan, Selasa, 28 April 2020, pedagang terlihat tak memakai masker saat menunggu maupun melayani pembeli. Jumlah pedagang makanan berbuka di sana mencapai 50 orang lebih.
Memang, rak atau meja pedagang antarlapak disusun dengan jarak satu meter sebagai bagian dari jaga jarak antarpedagang. Akan tetapi, hanya segelintir pedagang yang patuh memakai masker.
Mawardi, warga Bireuen, mengatakan pedagang tanpa masker malah melayani pembeli yang rata-rata juga tak memakai masker. Padahal, pembeli bisa siapa saja dan berasal dari mana saja yang berpotensi menularkan Covid-19.
“Sudah pedagang dan pembeli remeh dengan wabah virus, Pemkab Bireuen melalui Tim Gugas Covid-19 terkesan lembek dengan pedagang. Padahal tim punya perangkat personel gabungan untuk lebih tegas,” katanya.
Mawardi menyampaikan, sebelumnya Forkopimda Bireuen sudah mengeluarkan seruan bersama berisi sejumlah poin petunjuk dan larangan menghadapi bulan Ramadan. Termasuk imbauan terkait Covid-19.
“Apalah daya sebuah seruan tanpa tindakan kongkret dari petugas yang ada di tim gugas untuk turun langsung menertibkan. Kita bukan berharap ada yang kena. Tetapi soal pencegahan di Bireuen sangat longgar,” ucapnya.
Sementara itu, sekitar pukul 17.30 WIB, Selasa, 28 April 2020, muncul sejumlah polisi lalu lintas menghalau pengendara sepeda motor yang menuju jalan masuk ke kawasan Langgar Square sebab tidak memakai masker.
Akan tetapi, polisi hanya menyuruh pengendara tak pakai masker berbalik arah. Sedangkan Tim Gugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bireuen belum turun ke lapangan untuk menyampaikan imbauan kepada pedagang.[]



