LANGSA –  Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Samudra (DPM Unsam) mengadakan diskusi publik bersama Dr. H. Abdullah Puteh, M.Si., anggota DPD RI asal Aceh, di Gedung KNPI Langsa, 17 – 18 November 2019. Diskusi tersebut menghasilkan rekomendasi berisi sejumlah poin terkait dana Otonomi Khusus (Otsus) dan  

Diskusi berakhir hingga Senin, 18 November 2019, dini hari itu diikuti 70 peserta dari organisasi mahasiswa (Ormawa) Unsam, IAIN Zawiyah Cotkala dan Ormawa eksternal kampus.

Ketua DPM Unsam, Amiruddin, menjelaskan diskusi ini lanjutan dari talk show sebelumnya yang dilaksanakan DPM Unsam mengenai dana Otsus Aceh. Menurut dia, hasil diskusi sebelumnya yang menjadi permasalahan Aceh saat ini  mengenai pengalokasian dana Otsus dinilai tidak sesuai.

“Seharusnya, Pemerintah Aceh membangun kondisi ekonomi yang lebih aktif agar perekonomian rakyat meningkat dan membangun industri-industri dan membuka peluang investor masuk dan memberikan kenyamanan buat investor”.

“Kondisi perekonomian yang terjadi di masyarakat Aceh masih rendah dan seharusnya dibangun dari dasar. Berfokus untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan sehingga peningkatan perekonomian dimulai dari rakyat kecil,” kata Abdullah Puteh.

Selain persoalan perekonomian, dalam diskusi tersebut juga muncul beberapa pertanyaan mengenai kondisi pendidikan di Aceh yang kualitasnya dinilai masih rendah.

Diskusi tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi terhadap Pemerintah Aceh. Berikut enam poin rekomendasi itu:

1. Keberlanjutan Otonomi Khusus Aceh akan menjadi penentuan keberlanjutan peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat.

2. Selain itu, Pemerintah Aceh harus mampu membawa alokasi dana-dana dari kementerian untuk pembangunan Aceh.

3 Pemerintah Aceh harus mampu membangun industri-industri dari provinsi sampai perdesaan.

4. Peningkatan mutu pendidikan dan penentuan jurusan yang sesuai agar selesai studi langsung bekerja.

5. Penentuan peningkatan pendapatan melalui transportasi yang sesuai dengan kebutuhan zaman, seperti tranportasi laut dan udara.

6. Membuat wadah-wadah pengiriman barang dan pemasukan barang internasional.[](rilis)