BANDA ACEH – Komisi VI Dewan Pewakilan Rakyat (DPR) Aceh menggelar rapat dengan Dinas Kesehatan Aceh, RS Zainoel Abidin (RSZA), RS Ibu dan Anak (RSIA), di ruang rapat Komisi VI DPR Aceh, Selasa, 26 April 2016.
Rapat tersebut membahas permasalahan terkait dengan dunia kesehatan di Aceh. sebagian masyarakat Aceh yang belum merasakan manfaat dari kehadiran BPJS.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Kesehatan Aceh yang diwakili oleh dr. Hanif mengatakan permasalahan belum meratanya masyarakat memperoleh pelayanan BPJS disebabkan oleh data kependudukan Aceh yang tidak valid.
Kita harus memperkuat dulu sistem kependudukan melalui dinas registrasi kependudukan. Karena sampai saat ini kita belum ada data kependudukan yang valid. Itu harus kita betulkan dulu. Kalau itu sudah betul, insyaallah nanti kerjasama dengan kami, kata Hanif
Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR Aceh, T Iskandar Daod Msi. Ak. mengatakan bahwa perlu adanya database seluruh masyarakat Aceh di dinas kesehatan. Ia menyarankan agar Dinas Kesehatan Aceh memiliki server induk untuk menghimpun data kependudukan.
Tidak usah lagi bergantung ke sana kemari. Ini kan fokus dan tanggung jawab yang memang harus kita ambil. Jadi database itu nantinya mempermudah Dinas Kesehatan Aceh dalam mengakses data kependudukan, kata Politisi Demokrat ini.
Iskandar Daod mengaku kecewa terhadap kinerja dinas kependudukan yang terkesan abai terhadap tanggung jawabnya.
Saya harap ke depan Dinas Kependudukan Aceh bekerja semaksimal mungkin dan sesuai kapasitasnya. Jadi tidak menimbulkan permaslahan dan keterlambatan masyarakat yang ingin memperoleh Pelayanan BPJS,” Iskandar Daod.[]
Laporan Ramadhan



