Kamis, Juli 25, 2024

Warga Lhoksukon Dihebohkan Penemuan...

LHOKSUKON - Masyarakat Gampong Manyang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dihebohkan penemuan mayat laki-laki...

Capella Honda Gandeng Jurnalis...

BANDA ACEH - Dalam rangka kampanye Sinergi Bagi Negeri, PT Astra Honda Motor...

Kejari Gayo Lues Eksekusi...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali mengeksekusi uqubat cambuk terhadap delapan...

Pj Bupati Gayo Lues...

 BLANGKEJEREN - Askab PSSI Kabupaten Gayo Lues mulai mengelar pertandingan sepak bola Antar...
BerandaDPR ke Dirut...

DPR ke Dirut Bank BUMN: Kapan Bunga Kredit Turun?

JAKARTA — Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ingin perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa berperan penuh mendorong pembangunan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan memberikan bunga kredit yang rendah untuk dunia usaha.

Anggota Komisi XI Eva Sundari menyatakan beberapa waktu lalu Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuan sampai dengan 7%. Kemudian Giro Wajib Minimum (GWM) diturunkan menjadi 6,5% agar bisa menambah likuiditas perbankan.

“Bunga kredit kita terlalu tinggi, kenapa sampai sekarang masih sulit untuk diturunkan,” ujarnya saat rapat dengar pendapat di Gedung Komisi XI, Jakarta, Senin (14/3/2016)

Eva berpendapat mekanisme untuk pengajuan kredit juga masih sangat rumit, yaitu dengan permintaan agunan kepada debitur. Padahal banyak bank di negara-negara maju sudah tidak memberlakukan hal tersebut.

“Kenapa kita selalu minta agunan, padahal kan di banyak negara sudah tidak ada lagi,” imbuhnya.

Anggota Komisi XI lainnya, Indah Kurnia menyarankan agar bank-bank dapat efisien dalam operasional. Sehingga biasa yang dikeluarkan tidak terlalu besar dan mendorong agar bunga kredit bisa kompetitif.

“Ini masih tidak efisien kalau sekarang. Biaya operasionalnya sangat tinggi. Saya harapkan ini bisa ada perubahan dalam beberapa waktu ke depan,” ungkap Indah pada kesempatan yang sama. | sumber : detik

Baca juga: