BANDA ACEH – Anggota Komisi 1 yang membidangi politik, hukum, keamanan, dan pemerintahan DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky meminta agar 35 etnis Tamil yang boatnya terdampar di perairan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, agar bisa dibawa ke daratan sembari menunggu perbaikan mesin boat yang mereka tumpangi rusak.

“Demi kemanusiaan, kita sarankan kepada pemerintah agar 35 etnis Tamil yang mengaku hendak ke Australia itu ditampung di daratan dulu, sembari menunggu mesin kapal diperbaiki. Sayang kondisi mereka jika hujan apalagi malam hari diterpa angin laut. Tidak baik bagi kesehatan anak-anak dan perempuan,” ujar Iskandar, Senin 13 Juni 2016 usai mengikuti rapat pembahasan qanun di DPRA.

Pemerintah, terang Iskandar, bisa melibatkan SKPA termasuk termasuk lembaga SAR, untuk mendirikan tenda atau memanfaatkan gedung kosong yang layak bagi hunian sementara etnis Tamil tersebut. “Termasuk memfasilitasi kebutuhan makanan sementara waktu, apalagi jika ada diantara mereka yang berpuasa. Secara kemanusiaan apapun yang mereka rasakan kita juga ikut merasakannya,” ungkap politisi Partai Aceh ini, dalam siaran persnya.

Sebelumnya diberitakan, 35 warga negara Sri Lanka etnis Tamil yang hendak berangkat ke Australia terdampar di Pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Kapal besi yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.Kapal warna hijau yang mereka tumpangi masih berada sekitar 300 meter dari bibir pantai, Sabtu (11/6/2016). Di dalam kapal terdiri dari anak-anak, wanita dan laki-laki.[]