Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaBerita Aceh BesarTim Lifeguard Aceh...

Tim Lifeguard Aceh Dipeusijuek di Pantai Babah Kuala Lhoknga, Ini Tugasnya

LHOKNGA – Ketua Lifeguard Aceh, T. A. Bani Baet, menilai perkembangan wisata di Aceh, khususnya Aceh Besar sudah mulai meningkat. Ini terlihat dari banyaknya pengunjung lokasi wisata seperti di kawasan wisata pantai Lhoknga dan Leupeung.

Seiring dengan perkembangan pariwisata munculah para pelaku bisnis, yang ingin mendapat keuntungan dari pariwisata. Namun, tidak pernah terpikir tentang keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung wisata baik di darat maupun yang mandi di laut, yang sudah sering menelan korban hingga meninggal dunia.

“Dan belum ada upaya dari pengelola wisata untuk menekan angka kecelakaan, sisi keamanan dan kenyamanan kerap dilupakan,” kata Bani pada acara peusijuek tim Lifeguard Aceh di Pantai Babah Kuala, Lhoknga, 13 Februari 2022.

Bani mengatakan hampir setiap bulan terjadi kecelakaan di daerah pesisir pantai. Oleh karena itu, anggota Persatuan Selancar Ombak Indonesia ini mendorong pembentukan tim Lifeguard (Penjaga Pantai) yang bersiaga di kawasan tersebut.

“Sehingga saat kecelakaan terjadi, korban dapat segera mendapatkan pertolongan,” kata Bani.

Untuk dapat menjalankan program penyelamatan ini, Bani berkoordinasi dan berdiskusi dengan beberapa pemangku kepentingan di kawasan Lhoknga, seperti PT Semen Bangun Andalas (SBA), Basarnas, RAPI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pariwisata Aceh.

“Kami berterima kasih kepada PT SBA yang memberikan bantuan kepada Tim Lifeguard Aceh berupa peralatan pendukung penyelamatan di pantai,” ucap Bani.

Para peselancar ombak, kata Bani, siap menjadi bagian dari tim pengamanan pantai. Selain memiliki kemampuan, mereka juga memiliki peralatan untuk membantuk korban kecelakaan saat berenang di laut.

Sebagai langkah awal, kata Bani, mereka membentuk tim yang berjaga di sejumlah titik rawan di pantai.

Bani berharap tim ini tidak hanya bersiaga di pantai. Tim yang sama diharapkan terbentuk di kawasan danau, sungai, tebing, dan gunung.

Saat ini, kata Bani, Lifeguard Aceh hanya beranggotakan 12 orang. Berbagi tugas untuk memonitor kondisi, keadaan dan juga meliput kondisi. Mereka juga memberikan peringatan kepada pengunjung objek wisata laut terhadap ancaman badai dan ombak tinggi.[](ril)

Baca juga: