Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaDPRA Dorong Pemerintah...

DPRA Dorong Pemerintah Aceh Bentuk Satgas Medis Covid-19

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mendorong Pemerintah Aceh segera membentuk tim Satgas Covid-19. Penyebaran virus corona dapat diantisipasi dengan cara membatasi interaksi dan menjaga kesehatan.

Ketua DPRA, Dahlan Jamaludin, mengatakan Pemerintah Aceh harus siap dengan kondisi apapun dalam hal pencegahan dan perlindungan bagi masyarakat Aceh.

“Itu menjadi tugas Pemerintah Aceh untuk memastikan bahwa ini bisa tersosialisasikan dalam konteks dan tanggung jawab melindungi warga negara,” ujar Dahlan dalam konferensi pers di ruang Media Center DPRA, Kamis, 19 Maret 2020.

Pemerintah juga diminta untuk siap dalam hal penanganan pasien suspect corona dan juga terkait kesiapan para medis serta perlengkapan medis yang dibutuhkan. 

“Ini juga harus ada kesiapan yang maksimal dari Pemerintah Aceh, terutama di pelayanan medisnya,” kata Dahlan.

Menurut Dahlan, pembentukan Satgas Kesehatan Covid-19 bisa memastikan pelayanan kesehatan kepada rakyat Aceh secara keseluruhan. Atas dasar tersebut, pihaknya mendorong Pemerintah Aceh agar segara membentuk tim Satgas tersebut.

“Untuk memastikan pelayanan kesehatan dalam konteks Covid-19 semua rakyat Aceh terlayani dengan baik, maka kita dorong adanya Satgas pelayanan kesehatan mulai dari tingkat Aceh, kabupaten/kota, kecamatan, bahkan sampai ke desa-desa,” ungkapnya.

Sehingga, kata Dahlan, dengan adanya Satgas pelayanan medis diharapkan rumah sakit di kabupaten dan kota juga terdapat ruang isolasi pasien sebelum dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh.

“Di kabupaten/kota kan juga ada dokter ahli, mereka nanti yang memastikan apakah dirujuk ke RSUDZA atau tidak. Kalau semua dirujuk ke sini, belum tentu juga positif,” pungkasnya.[]

Baca juga: