BANDA ACEH – Ketua Komisi VI DPR Aceh T. Iskandar Daod menemui puluhan mahasiswa tergabung dalam BEM Akademi Kesehatan (Akkes) Aceh Utara, yang melakukan aksi di halaman gedung DPR Aceh, Rabu, 12 April 2017.

Baca: BEM Akkes Aceh Utara Demo di DPRA

Para mahasiswa meminta agar DPRA terlibat dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kampus Akkes Aceh Utara. Menanggapi hal tersebut T. Iskandar Daod mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti persoalan ini.

“Untuk itu kami meminta kontak person siapa yang bisa kami hubungi. Karena dalam waktu dekat kami akan panggil pihak-pihak dan berkoordinasi. Tentu kami akan berkunjung ke Kabupaten Aceh Utara untuk bertemu langsung dengan kalian, tapi lakukanlah (penyampaian tuntutan) dengan cara yang terbaik,” kata Iskandar Daod.

Kondisi sama kata Iskandar Daod juga dialami sekolah kebidanan milik Pemda Aceh dan SPK Cut Nyak Dhien.

Baca: Ini Penjelasan Direktur Akper Cut Nyak Dhien Soal Kampus Terancam Ditutup

“Nah ini (rencana penutupan kampus milik pemda) juga didorong oleh sebuah undang-undang yang lahir, oleh regulasi yang lahir. Tapi saya berpendapat sama seperti adik-adik bahwa banyak jalan menuju Roma. Artinya, penutupan bukanlah satu-satunya solusi,” kata Iskandar Daod.

Pihak DPRA berjanji akan mencari sebuah solusi dan melaksanakannya sesuai kemampuan mereka terkait perihal kasus ini. “Saya sebagai Ketua Komisi VI DPR Aceh, mendukung ini (aspirasi mahasiswa Akkes Aceh Utara), tidak ada penutupan sekolah,” kata Iskandar Daod.

“Tetapi nanti kita cari jalan keluarnya. Yang sudah terjadi di provinsi, kami usahakan larinya ke mana adalah lahirnya sebuah Pergub yang dikeluarkan Gubernur Aceh, Bapak dr. Zaini Abdullah. Beliau telah melahirkan Pergub sehingga sekolah tersebut bisa bertahan sambil menunggu berjalannya regulasi dan penyesuaian regulasi yang ada,” katanya lagi.[]