MEULABOH – Anggota Komisi VI mengaku puas atas kunjungan delegasi Universitas Aberdeen ke Aceh. Selain mencerahkan pendidikan kesehatan Aceh, juga membuka peluang kepada mahasiswa Aceh untuk kuliah di Universitas Aberdeen, Skotlandia.
Kehadiran delegasi Aberdeen yang mendatangkan dua profesor yakni Prof. Siladitya Bhattacharya MD dan Prof. Richard P.K Well merupakan inisiatif dari Komisi VI, yang juga kunjungan balasan DPR Aceh yang dipimpin Wakil Ketua DPRA Dalimi, Desember 2016 lalu.
Berikut pendapat anggota Komisi VI dan anggota DPR Aceh lainnya yang berhasil dihimpun selepas menghadiri kuliah umum Prof. Siladitya Bhattacharya di kampus UTU Meulaboh.
1. TARMIZI
Ini merupakan terobosan Aceh pada pendidikan kesehatan. Ke depan Aceh perlu terus berupaya menjalin kerjasama dengan universitas-universitas terbaik di luar negeri. Setelah kehadiran delegasi Universitas Aberdeen dan melakukan kerjasama dengan UTU Meulaboh, Unsyiah, dan Unimal Lhokseumawe, perlu ada upaya lainnya.
2. ZAINAL ABIDIN
Memang harus seperti ini, setelah DPR Aceh melakukan kunjungan kerja ke luar negeri perlu ada tindak lanjut seperti kunjungan balasan yang dilakukan delegasi Universitas Aberdeen Scotlandia. Seluruh komisi harus melakukan ini, supaya masyarakat percaya apabila dewan melakukan kunjungan ke luar negeri.
3. FATIMAH
Setiap kampus di Aceh harus didorong berkerjasama dengan kampus terbaik dunia dari luar negeri. Barangkali untuk bidang kesehatan kali ini, kerjasama datang dari Universitas Aberdeen, selanjutnya bisa di bidang lain, asal memberi pencerahan pada Aceh. Saya sepakat pendidikan di Aceh perlu kerjasama-kersama dengan kampus lainnya yang terbaik.
4. ZURIAT SUPARZO
Mendatangkan delegasi Universitas Aberdeen tidak mudah, apalagi ke Aceh Barat. Ini baru pertama kali terjadi setelah dikunjungi dan membalas kunjungan. Ke depan perlu dilakukan oleh komisi lainnya di DPR Aceh.
Komisi VI yang turut hadir pada acara penyambutan rombongan dan kuliah umum di kampus Universitas Teuku Umar Meulaboh adalah Ketua Komisi VI dan anggota Fraksi Demokrat Iskandar Daod, anggota Komisi VI Tarmizi, Ummi Kalsum, S.Pd, Drh. Nuraini Maida, Fatimah, Zainal Abidin dan Aisyah.[]




